Sabtu, 27 Februari 2016

Tugas Metlit

PENGANTAR PENELITIAN
Disusun untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Meteologi Penelitian
Dosen pengampu : Angga Hidayat
NIDN : 0426108802
Disusun oleh :
Ali Mahmudi (2013121878)
Imron SH (2013121094)
Maya Puspita Sary (2013121965)
Mochamad Ikshan (2013122395)
Rifky Hidayat (2013122065)
Tri Yulia Setia W (2013122466)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
       Perkembangan zaman memuat masalah-masalah baru yang belum ditemukan pemecahan masalah nya.Semakin pesat nya kemajuan dalam bidang IPTEK membuat persoalan baru yang harus sebisa mungkin diselesaikan.Pada masa modern ini manusia dituntut untuk mengambil kebijakan sesuai dengan trend pasar yang berlaku.Untuk memecahkan sebuah permasalahan dibutuhkan metode penelitian yang membantu hal tersebut, karena dengan penelitian kita bisa membuahkan solusi untuk pemecahan masalah yang dihadapi.Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya, karena data yang diperoleh bisa digunakan sebagai untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.Memahami berarti memperjelas masalah yang tidak diketahui menjadi tau, memecahkan berarti membuat kaidah untuk menghilangkan masalah dan mengantisipasi berarti mengupayakan supaya tidak ada masalah.
       Penelitian pada dasar nya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan (Sugiyono, 2012:2).  Pada penelitian data yang diperoleh itu bersifat valid, yaitu menunjukan ketepatan pada data yang diperoleh maupun dalam hal nya kaitan dengan objek terkait yang dikumpulkan oleh seorang peneliti.Dengan berkembang nya zaman maka penelitian perlu dilakukan karena hal itu menyangkut dengan hal-hal yang bersifat mencapai sebuah tujuan, pada masa ini penelitian diperlukan bagi para pemegang peran penting pada sebuah organisasi untuk mencari tau tentang situasi kedepan demi kelangsungan hajat organisasi tersebut.Secara umum sebuah penelitian mempunyai tujuan sebagai penemuan, pembuktian, dan pengembangan.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penelitian ?
2.      Hubungan penelitian dan manajer !
3.      Apa yang dimaksud penarapan dasar dan penelitian ?
4.      Jelaskan tentang manajer dan konsultan peneliti !
5.      Jelaskan kerugian peneliti internal dan eksternal !
6.      Jelaskan keuntungan peneliti internal dan eksternal !
1.3  Tujuan Penulisan Makalah
       Tujuan dari penulisan makalah ini adalahagar pembaca mendapatkan wawasan yang lebih tentang pengertian penelitian menurut para peneliti, apa saja ciri-ciri penelitian, sikap apa saja yang harus dimiliki oleh para peneliti, apa saja tujuan penelitian dan untuk melengkapi nilai tugas mandiri mata kuliah metodologi penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apa itu Penelitian?
       Penelitian sebuah istilah asing bagi sebagian khalayak orang. Sejatinya penelitian adalah proses menemukan masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu terlibat dalam banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di lapangan      (Sekaran,2000:4).
2.1.1      Daya Tarik Penelitian dan Mengapa Manajer harus Mengetahui Penelitian
       Teknologi yang modern menuntut perbaikan dalam hal metode sebuah penelitian sehingga saat ini banyak aplikasi penelitian yang sangat mobile dan mudah berkat sambungan dengan koneksi internet.Di zaman modern seperti ini penelitian bukanlah hal sulit, kitapun bahkan bisa mencari informasi dari sebuah penelitian yang telah dilakukan sebagai telah pengambilan keputusan untuk kegiatan perusahaan.Penelitian itu sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya tarik  bagi manajerial adalah teknik dan metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari itu karena penelitian banyak variasi nya. Manajer harus memahami mekanisme penelitian karena hal tersebut berkaitan dengan tanggung jawab dia sebagai pencari solusi pemecahan masalah yang akan dihadapi di perusahaan nya, dan penelitian membantu sebagai media referensi untuk menentukan keputusan yang baik.(Sekaran,2000:5)
2.2 Penelitian Bisnis
       Penelitian Bisnis adalah juga seperti penelitian yang lain, hanya saja lebih dititikberatkan kepada upaya untuk menjawab permasalahan manajerial. Penelitian bisnis terdiri atas serangkaian langkah yang direncanakan dan dilakukan, dengan tujuan menemukan jawaban terhadap isu-isu yang menjadi perhatian manajer di lingkungan pekerjaan. (Sekaran,2000:6)
2.3            Penelitian dan manajer
       Sebuah pengalaman dari organisasi adalah bahwa para manajer harus menghadapi masalah besar dan kecil setiap harinya, serta mereka harus membuat keputusan yang tepat atas masalah yang perusahaan hadapi.Dalam bisnis manajer juga harus melakukan penelitian untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dalam internal di antaranya pada bidang akuntansi, keuangan, manajemen dan pemasaran.Manajer juga harus menyelidiki konteks lingkungan eksternal yang sedang dihadapi dalam berbisnis.Misalnya, ekonomi, politik, demografi, teknologi, persaingan dan faktor global relevan lainnya (Sekaran,2014:7). Penelitian bagi manajer ialah keterkaitan yang erat sebab tanpa penelitian mana mungkin dengan persoalan yang ada akan mudah di selesaikan oleh seorang manajer. Penelitian itu ilmu dan manajer ialah pelakunya untuk mendapatkan data tentang objek yang dituju untuk mencapai pengambilan keputusan.
2.4            Penelitian terapan dan dasar
       Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian untuk menerapkan hasil temuan, guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.Contoh : manajer harus menemukan alasan dibalik mengapa produk tertentu yang dihasilkan di perusahaan itu tidak laku dipasaran. Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.Contoh : seorang dosen Universitas menyelidiki faktor penyebab absensi yang dipecahkan dan di selidiki sendiri (Sekaran,2014:9). Singkatnya, baik penelitian terapan maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya adalah bahwa yang pertama dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah bisnis muktahir, sedangkan yang terakhir dilakukan karena kepentingan masalah di mata peneliti yang bersangkutan (pribadi).
Gambar2.4.1   sumber:www.ihsan72.yolasite.com%2Fresources%2FMedia%2520pembelajaran%2520Metodologi%2520Penelitian%2520Bisnis.ppt&usg=AFQjCNFdH2Sf62EzGXAlpXhAQrcrG_Vvdg&bvm=bv.107763241,d.c2E
2.5            Manajer dan penelitian
       Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan disbanding manajer yang tidak memilikinya.Seorang manajer harus memahami, memperkirakan dan mengendalikan peristiwa yang merugikan dalam organisasinya.(Sekaran,2014:13). Dalam hal ini konteksnya adalah bahwa manajer harus mempunyai kemampuan analisis yang baik untuk dapat membuatkan keputusan-keputusan penting untuk pencapaian target perusahaan.Alasan lain mengapa manajer profesional saat ini haru mengetahui tentang metode penelitian adalah bahwa mereka akan menjadi lebih mampu membedakan ketika menyaring sebaran informasi dalam jurnal-jurnal bisnis.Maka dari itu manajer yang baik harus mempunya ilmu tentang penelitian, bagaimanapun penelitian memang membantu mereka dalam hal pekerjaan nya itu sendiri sehingga hubungan manajer dan penelitian sangat erat kaitan nya.
     Menurut (Sekaran,2014:15) mengatakan bahwa memilih peneliti harus sesuai dengan standar keilmuan penelitian tersebut. Sebab peneliti yang baik mempunyai kecerdasan dalam penentuan pengambilan keputusan serta analisis yang baik, berikut pemahan mengenai mementukan peneliti yang baik sebagai berikut:
o   Mengenali secara efektif dalam memecahkan masalah kecil yang ada pada  pekerjaan.
o   Mengetahui bagaimana membedkan penelitian yang baik dan buruk
o   Menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi.
o   Memperhitungkan resiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan pengeluara yang berbeda di perusahaan.
o   Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin mempengaruhi situasi.
o   Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif.
o   Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambi keputusan.
2.6            Manajer dan konsultan peneliti
       Seorang manajer perlu menyewa konsultan untuk meneliti beberapa masalah yang lebih rumit dan memakan waktu.Sebab itu mengapa penting utuk memahami bagaimana menemukan dan memilih peneliti, bagaimana berinteraksi secara efektif dengan konsultan, bagaimana seharusnya hubungan manajer peneliti dan kelebihan serta kelemahan konsultan internal versus eksternal. (Sekaran,2014:16)
       (Sekaran,2014:18) mengatakan seorang manajer harus memastikan sebelum menyewa peneliti atau konsultan bahwa :
1.      Peran dan harapan kedua belah pihak dinyatakan secara ekspilit
2.      Filosofi dan sistem nilai organisasi yang relevan disampaikan secara jelas dan keterbatasan jika ada yang dikomunikasikan
3.      Hubungan baik dibangun peneliti, antara peneliti dan karyawan organisasi memungkinkan kerjasama penuh di kemudian hari.
2.7 Konsultan/peneliti internal
       (Sekaran,2000:19) mengatakan bahwa Ada empat keuntungan dalam menggunakan tim internal umntuk melakukan proyek penelitian  :
·         Tim internal akan lebih mungkin diterima oleh karyawan dalam submit organisasi di mana penelitian perlu dilakukan.
·         Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk memahami struktur, filosofi dan suasana, serta fungsi dan system kerja organisasi.
·         Mereka akan dapat melaksanakan rekomendasi setelah temuan penelitian diterima. Hal ini sangat penting karena setiap gangguan dalam implementasi rekomendasi dapat disingkirkan dengan bantuan mereka. Mereka juga dapat mengevaluasi efektivitas perubahan, dan mempertimbangkan perubahan lebih lanjut, jika, dan ketika diperlukan.
·         Tim internal mungkin menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang memerlukan bantuan dalam pemecahan masalah, sebab mereka hanya membutuhkan sedikit waktu memahami system karena keterlibatan mereka yang terus-menerus dengan berbagai unit dalam organisasi. Untuk masalah yang tidak terlalu rumit, tim internal sangat ideal.

       (Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa adapula kerugian tertentu dalam menggunakan tim peneliti internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling kritis adalah :
·         Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim internal sangat mungkin jatuh ke dalam cara pandang stereotip dalam melihat organisasi dan masalahnya. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi rintangan bagi situasi ketika isu-isu berat dan masalah kompleks harus diinvestigasi.
·         Ada keleluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal menyembunyikan, menyimpangkan, atau dapat mengubah fakta tertentu. Dengan kata lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
·         Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim penelitian internal yang paling berkualifikasi tinggi tidak dianggap sebagai pakar oleh staff dan manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi mereka tidak memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang layak.
·         Bias organisasi tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang objektif dan sebagai konsekuensinya kurang ilmiah.
2.8 Konsultan/peneliti eksternal       
       (Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa kerugian dari tim internal sebaliknya merupakan keuntungan tim eksternal, dan keuntungan yang pertama menjadi kerugian yang terakhir.Tetapi, keuntungan dan kerugian tim eksternal dapat disoroti.
Keuntungan tim eksternal adalah :
Ø  Tim eksternal dapat menerapkan kekayaan pengalaman yang diperoleh dari bekerja dengan berbagai tipe organisasi yang mempunyai jenis masalah yang sama atau mirip. Keluasan pengalaman akan membuat mereka mampu untuk berfikir, baik secara divergen atau konvergen, dan menghindari ketergesaan menuju solusi instan berdasarkan fakta yang tampak dalam situasi. Mereka akan mampu mempertimbangkan beberapa cara alternative untuk melihat masalah karena pengalaman pemecahan masalah yang luas dalam berbagai konteks organisasi lain. Karena menelaah situasi dari beberapa sudut dan perspektif yang mungkin (secara divergen), mereka dapat secara kritis menilai masing-masing, membuang pilihan dan alternative yang kurang sesuai, dan focus pada solusi spesifik yang layak (berfikir secara konvergen).
Ø  Tim eksternal, terutama dari perusahaan penelitian dan konsultan terkemuka, mungkin mempunyai lebih banyak pengetahuan mengenai model-model pemecahan masalah yang terkini dan tercanggih yang diperoleh melalui program pelatihan periodic mereka, yang mungkin tidak dimiliki oleh tim internal organisasi. Karena keusangan pengerahuan merupakan ancaman nyata dalam bidang konsultan, institusi penelitian eksternal menjamin bahwa anggota mereka memperoleh inovasi terbaru dalam program pelatihan yang dikelola secara periodik. Tingkat di mana anggota tim internal tetap mengikuti teknik pemecahan terbaru mungkin sangat dipertimbangkan oleh organisasi.
       (Sekaran,2000:21) mengatakan bahwa kerugian utama dalam menyewa tim penelitian eksternal adalah sebagai berikut :
Ø  Biaya sewa tim penelitian ekternal biasanya mahal dan cenderung dihindari, kecuali jika masalah sangat kritis.
Ø  Selain banyak waktu yang diperlukan oleh tim ekternal untuk memahami organisasi yang akan diteliti, mereka jarang memperoleh sambutan hangat, pun tidak dengan serta-merta diterima oleh karyawan. Departemen dan orang yang akan terpengaruh oleh studi penelitian mungkin menganggap tim studi sebagai ancaman dan menentang meraka. Karena itu, meminta dukungan karyawan dan memperoleh kerjasama mereka dalam studi adalah sedikit lebih sulit dan memakan waktu bagi peneliti eksternal dibandingkan tim internal.
Ø  Tim eksternal juga membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam fase implementasi dan evaluasi.
       Diatas telah dimuat keuntungan maupun kerugian bilama head to head kedua peneliti disandingkan sebagai bahan acuan saran untuk manajer ialah, sambil mengingat keuntungan dan kerugian tim internal dan eksternal, manajer yang menginginkan jasa penelitian harus mempertimbangkan pro dan kontra dalam menggunakan salah satunya sebelum membuat keputusan. Bila masalah sangat rumit, atau jika ada kemungkinan masuknya kepentingan pribadi, atau bila keberadaan organisasi menjadi taruhannya karena satu atau lebih masalah serius, sangat disarankan untuk menggunakan peneliti eksternal meskipun biayanya lebih mahal. Tetapi, jika masalah yang terjadi cukup sederhana, jika waktu menjadi penentu dalam pemecahan masalah yang cukup rumit, atau bila perluasan system diperlukan untuk membuat prosedur dan kebijakan yang bersifat rutin, tim internal mungkin akan menjadi pilihan yang lebih baik.
2.9  Pengetahuan tentang penelitian dan efektifitas manajerial
       Sebagai manajer, anda akan menjadi orang yang mengambil keputusan akhir pada implementasi rekomendasi yang dibuat oleh tim peneliti. Tetap objektif berpaku pada penyelesaian masalah, serta mengambil keputusan yang terbaik pada masalah yang dihadapi perusahaan.Dengan demikian, pengetahuan tentang penelitian benar-benar meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan manajer. (Sekaran,2014:22). Oleh karena itu Penelitian yang memenuhi aspek dan kaidah semana mestinya serta penggunaan perangkat teknologi termuktahir dapat membantu pekerjaan sebagai manajer.Hal ini adalah kesinambungan antara penelitian yang baik serta pembacaan hasil analisis manajerial yang valid dan tepat membuat sebuah keputusan yang dapat memecahkan persoalan. Sehingga manajerial dapat lebih mengefektifitaskan waktu untuk persoalan baru yang akan terjadi sehingga membuat sebuah organisasi akan berjalan sehat segimana tujuan-tujuan yang harus mereka capai.
2.10 Etika dan penelitian bisnis
       (Sekaran,2000:23) mengatakan bahwa etika dalam penelitian bisnis mencakup pada kode etik atau norma perilaku sosial yang diharapkan ketika melakukan penelitian. Kode etik berlaku bagi organisasi dan anggota yang mensponsori penelitian, peneliti yang melakukan penelitian, dan responden yang memberikan data yang diperlukan.Ketaatan terhadap etika dimulai dengan orang yang mengadakan penelitian, yang harus melakukan dengan sungguh-sungguh, memperhatikan indikasi hasil penelitian, melepaskan ego, dan mengejar kepentingan organisasi alih-alih diri sendiri. Dengan demikia perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian, pengumpulan data, analis data, pelaporan dan penyebaran informasi di internet, jika kegiatan tersebut dilakukan. Sebab etika mengajarkan untuk selalu patuh pada prosedur hingga pada akhirnya penelitian tersebut berjalan dengan independent tanpa mempersoalkan  keuntungan individu yang ingin diraih dari hasil penelitian. Hakikat nya penelitian dalam bisnis adalah persoalan memecahkan persoalan dalam luang lingkup internal yang mendahulukan persoalan sebuah organisasi yang harus dijalankan dengan sikap etis dan independent.
BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Sejatinya penelitian adalah proses menemukan masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu teribat dalam banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di lapangan            (Sekaran,2000:4).
Penelitian itu sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya tarik  bagi manajerial adalah teknik dan metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari itu karena penelitian banyak variasi nya.
Penelitian identik dengan tujuan ilmu pengetahuan pada umumnya, yaitu membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang ditentukan.
Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian untuk menerapkan hasil temuan, guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Sekaran Uma, 2009, Reserch Methots for Business, Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Sugiyono, 2012, Metod Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Penerbit
       Alfabeta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar