PENGANTAR PENELITIAN
Disusun untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Meteologi Penelitian
Dosen pengampu : Angga Hidayat
NIDN : 0426108802

Disusun oleh :
Ali Mahmudi (2013121878)
Imron SH (2013121094)
Maya Puspita Sary (2013121965)
Mochamad Ikshan (2013122395)
Rifky Hidayat (2013122065)
Tri Yulia Setia W (2013122466)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman memuat
masalah-masalah baru yang belum ditemukan pemecahan masalah nya.Semakin pesat
nya kemajuan dalam bidang IPTEK membuat persoalan baru yang harus sebisa
mungkin diselesaikan.Pada masa modern ini manusia dituntut untuk mengambil kebijakan
sesuai dengan trend pasar yang berlaku.Untuk memecahkan sebuah permasalahan
dibutuhkan metode penelitian yang membantu hal tersebut, karena dengan
penelitian kita bisa membuahkan solusi untuk pemecahan masalah yang
dihadapi.Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya, karena data
yang diperoleh bisa digunakan sebagai untuk memahami, memecahkan dan
mengantisipasi masalah.Memahami berarti memperjelas masalah yang tidak
diketahui menjadi tau, memecahkan berarti membuat kaidah untuk menghilangkan
masalah dan mengantisipasi berarti mengupayakan supaya tidak ada masalah.
Penelitian pada dasar nya merupakan cara
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan
hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara
ilmiah, data, tujuan dan kegunaan (Sugiyono, 2012:2). Pada penelitian data yang diperoleh itu
bersifat valid, yaitu menunjukan ketepatan pada data yang diperoleh maupun
dalam hal nya kaitan dengan objek terkait yang dikumpulkan oleh seorang
peneliti.Dengan berkembang nya zaman maka penelitian perlu dilakukan karena hal
itu menyangkut dengan hal-hal yang bersifat mencapai sebuah tujuan, pada masa
ini penelitian diperlukan bagi para pemegang peran penting pada sebuah
organisasi untuk mencari tau tentang situasi kedepan demi kelangsungan hajat
organisasi tersebut.Secara umum sebuah penelitian mempunyai tujuan sebagai
penemuan, pembuktian, dan pengembangan.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud
dengan penelitian ?
2.
Hubungan penelitian dan
manajer !
3.
Apa yang dimaksud
penarapan dasar dan penelitian ?
4.
Jelaskan tentang
manajer dan konsultan peneliti !
5.
Jelaskan kerugian
peneliti internal dan eksternal !
6.
Jelaskan keuntungan
peneliti internal dan eksternal !
1.3
Tujuan Penulisan
Makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini adalahagar
pembaca mendapatkan wawasan yang lebih tentang pengertian penelitian menurut
para peneliti, apa saja ciri-ciri penelitian, sikap apa saja yang harus
dimiliki oleh para peneliti, apa saja tujuan penelitian dan untuk melengkapi
nilai tugas mandiri mata kuliah metodologi penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Apa itu Penelitian?
Penelitian sebuah istilah asing bagi
sebagian khalayak orang. Sejatinya penelitian adalah proses menemukan masalah
setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer
selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu terlibat
dalam banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di
lapangan (Sekaran,2000:4).
2.1.1 Daya Tarik Penelitian dan Mengapa Manajer
harus Mengetahui Penelitian
Teknologi yang modern menuntut perbaikan
dalam hal metode sebuah penelitian sehingga saat ini banyak aplikasi penelitian
yang sangat mobile dan mudah berkat sambungan dengan koneksi internet.Di zaman
modern seperti ini penelitian bukanlah hal sulit, kitapun bahkan bisa mencari
informasi dari sebuah penelitian yang telah dilakukan sebagai telah pengambilan
keputusan untuk kegiatan perusahaan.Penelitian
itu sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui
metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik
sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya
tarik bagi manajerial adalah teknik dan
metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari
itu karena penelitian banyak variasi nya.
Manajer harus memahami mekanisme penelitian karena hal tersebut berkaitan
dengan tanggung jawab dia sebagai pencari solusi pemecahan masalah yang akan
dihadapi di perusahaan nya, dan penelitian membantu sebagai media referensi
untuk menentukan keputusan yang baik.(Sekaran,2000:5)
2.2 Penelitian Bisnis
Penelitian Bisnis
adalah juga seperti penelitian yang lain, hanya saja lebih dititikberatkan
kepada upaya untuk menjawab permasalahan manajerial. Penelitian bisnis terdiri
atas serangkaian langkah yang direncanakan dan dilakukan, dengan tujuan
menemukan jawaban terhadap isu-isu yang menjadi perhatian manajer di lingkungan
pekerjaan. (Sekaran,2000:6)
2.3 Penelitian dan manajer
Sebuah pengalaman dari organisasi adalah
bahwa para manajer harus menghadapi masalah
besar dan kecil setiap harinya, serta mereka harus membuat keputusan yang tepat
atas masalah yang perusahaan hadapi.Dalam bisnis manajer juga harus melakukan
penelitian untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dalam internal di
antaranya pada bidang akuntansi, keuangan, manajemen dan pemasaran.Manajer juga
harus menyelidiki konteks lingkungan eksternal yang sedang dihadapi dalam
berbisnis.Misalnya, ekonomi, politik, demografi, teknologi, persaingan dan
faktor global relevan lainnya (Sekaran,2014:7). Penelitian bagi manajer ialah
keterkaitan yang erat sebab tanpa penelitian mana mungkin dengan persoalan yang
ada akan mudah di selesaikan oleh seorang manajer. Penelitian itu ilmu dan
manajer ialah pelakunya untuk mendapatkan data tentang objek yang dituju untuk
mencapai pengambilan keputusan.
2.4
Penelitian terapan dan dasar
Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian untuk menerapkan hasil temuan,
guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana
masalah yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.Contoh : manajer harus
menemukan alasan dibalik mengapa produk tertentu yang dihasilkan di perusahaan
itu tidak laku dipasaran. Penelitian dasar (basic
research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan
pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang
diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.Contoh :
seorang dosen Universitas menyelidiki faktor penyebab absensi yang dipecahkan
dan di selidiki sendiri (Sekaran,2014:9). Singkatnya, baik penelitian terapan
maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya adalah bahwa yang
pertama dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah bisnis muktahir, sedangkan
yang terakhir dilakukan karena kepentingan masalah di mata peneliti yang
bersangkutan (pribadi).

Gambar2.4.1 sumber:www.ihsan72.yolasite.com%2Fresources%2FMedia%2520pembelajaran%2520Metodologi%2520Penelitian%2520Bisnis.ppt&usg=AFQjCNFdH2Sf62EzGXAlpXhAQrcrG_Vvdg&bvm=bv.107763241,d.c2E
2.5
Manajer dan penelitian
Manajer dengan pengetahuan penelitian
mempunyai kelebihan disbanding manajer yang tidak memilikinya.Seorang manajer
harus memahami, memperkirakan dan mengendalikan peristiwa yang merugikan dalam
organisasinya.(Sekaran,2014:13). Dalam hal ini konteksnya adalah bahwa manajer
harus mempunyai kemampuan analisis yang baik untuk dapat membuatkan
keputusan-keputusan penting untuk pencapaian target perusahaan.Alasan lain
mengapa manajer profesional saat ini haru mengetahui tentang metode penelitian
adalah bahwa mereka akan menjadi lebih mampu membedakan ketika menyaring
sebaran informasi dalam jurnal-jurnal bisnis.Maka dari itu manajer yang baik
harus mempunya ilmu tentang penelitian, bagaimanapun penelitian memang membantu
mereka dalam hal pekerjaan nya itu sendiri sehingga hubungan manajer dan
penelitian sangat erat kaitan nya.
Menurut (Sekaran,2014:15) mengatakan bahwa memilih
peneliti harus sesuai dengan standar
keilmuan penelitian tersebut. Sebab peneliti yang baik mempunyai kecerdasan dalam
penentuan pengambilan keputusan serta analisis yang baik, berikut pemahan
mengenai mementukan peneliti yang baik sebagai berikut:
o Mengenali
secara efektif dalam memecahkan masalah kecil yang ada pada pekerjaan.
o Mengetahui
bagaimana membedkan penelitian yang baik dan buruk
o Menghargai
dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor
terkait dalam suatu situasi.
o Memperhitungkan
resiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang
terkait dengan kemungkinan pengeluara yang berbeda di perusahaan.
o Mencegah
kepentingan pribadi yang mungkin mempengaruhi situasi.
o Berhubungan
dengan peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif.
o Menggabungkan
pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambi keputusan.
2.6 Manajer dan konsultan peneliti
Seorang manajer perlu menyewa konsultan
untuk meneliti beberapa masalah yang lebih rumit dan memakan waktu.Sebab itu
mengapa penting utuk memahami bagaimana menemukan dan memilih peneliti,
bagaimana berinteraksi secara efektif dengan konsultan, bagaimana seharusnya
hubungan manajer peneliti dan kelebihan serta kelemahan konsultan internal
versus eksternal. (Sekaran,2014:16)
(Sekaran,2014:18) mengatakan
seorang manajer harus memastikan sebelum menyewa peneliti atau konsultan bahwa
:
1. Peran
dan harapan kedua belah pihak dinyatakan secara ekspilit
2. Filosofi
dan sistem nilai organisasi yang relevan disampaikan secara jelas dan
keterbatasan jika ada yang dikomunikasikan
3. Hubungan
baik dibangun peneliti, antara peneliti dan karyawan organisasi memungkinkan
kerjasama penuh di kemudian hari.
2.7 Konsultan/peneliti internal
(Sekaran,2000:19)
mengatakan bahwa Ada empat keuntungan dalam menggunakan tim internal umntuk
melakukan proyek penelitian :
·
Tim internal akan lebih
mungkin diterima oleh karyawan dalam submit organisasi di mana penelitian perlu
dilakukan.
·
Tim akan memerlukan
lebih sedikit waktu untuk memahami struktur, filosofi dan suasana, serta fungsi
dan system kerja organisasi.
·
Mereka akan dapat
melaksanakan rekomendasi setelah temuan penelitian diterima. Hal ini sangat
penting karena setiap gangguan dalam implementasi rekomendasi dapat
disingkirkan dengan bantuan mereka. Mereka juga dapat mengevaluasi efektivitas
perubahan, dan mempertimbangkan perubahan lebih lanjut, jika, dan ketika
diperlukan.
·
Tim internal mungkin
menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang
memerlukan bantuan dalam pemecahan masalah, sebab mereka hanya membutuhkan
sedikit waktu memahami system karena keterlibatan mereka yang terus-menerus
dengan berbagai unit dalam organisasi. Untuk masalah yang tidak terlalu rumit,
tim internal sangat ideal.
(Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa adapula kerugian tertentu dalam menggunakan tim peneliti internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling kritis adalah :
·
Dalam konteks masa
kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim internal sangat
mungkin jatuh ke dalam cara pandang stereotip dalam melihat organisasi dan
masalahnya. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin
diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi
rintangan bagi situasi ketika isu-isu berat dan masalah kompleks harus
diinvestigasi.
·
Ada keleluasaan bagi
koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal
menyembunyikan, menyimpangkan, atau dapat mengubah fakta tertentu. Dengan kata
lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk
mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
·
Terdapat kemungkinan
bahwa, bahkan tim penelitian internal yang paling berkualifikasi tinggi tidak
dianggap sebagai pakar oleh staff dan manajemen, dan oleh karena itu
rekomendasi mereka tidak memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang
layak.
·
Bias organisasi
tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat
temuan menjadi kurang objektif dan sebagai konsekuensinya kurang ilmiah.
2.8 Konsultan/peneliti
eksternal
(Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa kerugian dari tim internal sebaliknya
merupakan keuntungan tim eksternal, dan keuntungan yang pertama menjadi
kerugian yang terakhir.Tetapi, keuntungan dan kerugian tim eksternal dapat
disoroti.
Keuntungan tim eksternal adalah :
Keuntungan tim eksternal adalah :
Ø Tim
eksternal dapat menerapkan kekayaan pengalaman yang diperoleh dari bekerja
dengan berbagai tipe organisasi yang mempunyai jenis masalah yang sama atau
mirip. Keluasan pengalaman akan membuat mereka mampu untuk berfikir, baik
secara divergen atau konvergen, dan menghindari ketergesaan menuju solusi
instan berdasarkan fakta yang tampak dalam situasi. Mereka akan mampu
mempertimbangkan beberapa cara alternative untuk melihat masalah karena pengalaman
pemecahan masalah yang luas dalam berbagai konteks organisasi lain. Karena
menelaah situasi dari beberapa sudut dan perspektif yang mungkin (secara
divergen), mereka dapat secara kritis menilai masing-masing, membuang pilihan
dan alternative yang kurang sesuai, dan focus pada solusi spesifik yang layak
(berfikir secara konvergen).
Ø Tim
eksternal, terutama dari perusahaan penelitian dan konsultan terkemuka, mungkin
mempunyai lebih banyak pengetahuan mengenai model-model pemecahan masalah yang
terkini dan tercanggih yang diperoleh melalui program pelatihan periodic
mereka, yang mungkin tidak dimiliki oleh tim internal organisasi. Karena
keusangan pengerahuan merupakan ancaman nyata dalam bidang konsultan, institusi
penelitian eksternal menjamin bahwa anggota mereka memperoleh inovasi terbaru
dalam program pelatihan yang dikelola secara periodik. Tingkat di mana
anggota tim internal tetap mengikuti teknik pemecahan terbaru mungkin sangat dipertimbangkan
oleh organisasi.
(Sekaran,2000:21) mengatakan bahwa kerugian
utama dalam menyewa tim penelitian eksternal adalah sebagai berikut :
Ø Biaya
sewa tim penelitian ekternal biasanya mahal dan cenderung dihindari, kecuali
jika masalah sangat kritis.
Ø Selain
banyak waktu yang diperlukan oleh tim ekternal untuk memahami organisasi yang
akan diteliti, mereka jarang memperoleh sambutan hangat, pun tidak dengan
serta-merta diterima oleh karyawan. Departemen dan orang yang akan terpengaruh
oleh studi penelitian mungkin menganggap tim studi sebagai ancaman dan
menentang meraka. Karena itu, meminta dukungan karyawan dan memperoleh
kerjasama mereka dalam studi adalah sedikit lebih sulit dan memakan waktu bagi
peneliti eksternal dibandingkan tim internal.
Ø Tim
eksternal juga membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam fase
implementasi dan evaluasi.
Diatas
telah dimuat keuntungan maupun kerugian bilama head to head kedua peneliti
disandingkan sebagai bahan acuan saran untuk manajer ialah, sambil mengingat
keuntungan dan kerugian tim internal dan eksternal, manajer yang menginginkan
jasa penelitian harus mempertimbangkan pro dan kontra dalam menggunakan salah
satunya sebelum membuat keputusan. Bila masalah sangat rumit, atau jika ada
kemungkinan masuknya kepentingan pribadi, atau bila keberadaan organisasi
menjadi taruhannya karena satu atau lebih masalah serius, sangat disarankan
untuk menggunakan peneliti eksternal meskipun biayanya lebih mahal. Tetapi,
jika masalah yang terjadi cukup sederhana, jika waktu menjadi penentu dalam
pemecahan masalah yang cukup rumit, atau bila perluasan system diperlukan untuk
membuat prosedur dan kebijakan yang bersifat rutin, tim internal mungkin akan
menjadi pilihan yang lebih baik.
2.9 Pengetahuan tentang penelitian dan efektifitas
manajerial
Sebagai manajer, anda akan menjadi orang
yang mengambil keputusan akhir pada implementasi rekomendasi yang dibuat oleh
tim peneliti. Tetap objektif berpaku pada penyelesaian masalah, serta mengambil
keputusan yang terbaik pada masalah yang dihadapi perusahaan.Dengan demikian,
pengetahuan tentang penelitian benar-benar meningkatkan keterampilan pengambilan
keputusan manajer. (Sekaran,2014:22). Oleh karena itu Penelitian yang memenuhi
aspek dan kaidah semana mestinya serta penggunaan perangkat teknologi
termuktahir dapat membantu pekerjaan sebagai manajer.Hal ini adalah
kesinambungan antara penelitian yang baik serta pembacaan hasil analisis manajerial
yang valid dan tepat membuat sebuah keputusan yang dapat memecahkan persoalan.
Sehingga manajerial dapat lebih mengefektifitaskan waktu untuk persoalan baru
yang akan terjadi sehingga membuat sebuah organisasi akan berjalan sehat
segimana tujuan-tujuan yang harus mereka capai.
2.10 Etika dan
penelitian bisnis
(Sekaran,2000:23) mengatakan bahwa etika
dalam penelitian bisnis mencakup pada kode etik atau norma perilaku sosial yang
diharapkan ketika melakukan penelitian. Kode etik berlaku bagi organisasi dan
anggota yang mensponsori penelitian, peneliti yang melakukan penelitian, dan
responden yang memberikan data yang diperlukan.Ketaatan terhadap etika dimulai
dengan orang yang mengadakan penelitian, yang harus melakukan dengan
sungguh-sungguh, memperhatikan indikasi hasil penelitian, melepaskan ego, dan
mengejar kepentingan organisasi alih-alih diri sendiri. Dengan demikia perilaku
etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian, pengumpulan data, analis
data, pelaporan dan penyebaran informasi di internet, jika kegiatan tersebut
dilakukan. Sebab etika mengajarkan untuk selalu patuh pada prosedur hingga pada
akhirnya penelitian tersebut berjalan dengan independent tanpa
mempersoalkan keuntungan individu yang
ingin diraih dari hasil penelitian. Hakikat nya penelitian dalam bisnis adalah
persoalan memecahkan persoalan dalam luang lingkup internal yang mendahulukan
persoalan sebuah organisasi yang harus dijalankan dengan sikap etis dan
independent.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sejatinya penelitian adalah proses
menemukan masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer
selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu teribat dalam
banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di lapangan (Sekaran,2000:4).
Penelitian itu
sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui
metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik
sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya
tarik bagi manajerial adalah teknik dan
metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari
itu karena penelitian banyak variasi nya.
Penelitian identik dengan tujuan
ilmu pengetahuan pada umumnya, yaitu membuat penjelasan, menyusun prediksi,
serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang
ditentukan.
Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian
untuk menerapkan hasil temuan, guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan
berusaha memahami bagaimana masalah yang terjadi dalam organisasi dapat
diselesaikan.Penelitian dasar (basic
research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan
pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang
diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Sekaran Uma, 2009, Reserch Methots for Business, Jakarta :
Penerbit Salemba Empat
Sugiyono, 2012, Metod Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D, Bandung : Penerbit
Alfabeta