Sabtu, 27 Februari 2016

Tugas Metlit

PENGANTAR PENELITIAN
Disusun untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Meteologi Penelitian
Dosen pengampu : Angga Hidayat
NIDN : 0426108802
Disusun oleh :
Ali Mahmudi (2013121878)
Imron SH (2013121094)
Maya Puspita Sary (2013121965)
Mochamad Ikshan (2013122395)
Rifky Hidayat (2013122065)
Tri Yulia Setia W (2013122466)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
       Perkembangan zaman memuat masalah-masalah baru yang belum ditemukan pemecahan masalah nya.Semakin pesat nya kemajuan dalam bidang IPTEK membuat persoalan baru yang harus sebisa mungkin diselesaikan.Pada masa modern ini manusia dituntut untuk mengambil kebijakan sesuai dengan trend pasar yang berlaku.Untuk memecahkan sebuah permasalahan dibutuhkan metode penelitian yang membantu hal tersebut, karena dengan penelitian kita bisa membuahkan solusi untuk pemecahan masalah yang dihadapi.Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya, karena data yang diperoleh bisa digunakan sebagai untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.Memahami berarti memperjelas masalah yang tidak diketahui menjadi tau, memecahkan berarti membuat kaidah untuk menghilangkan masalah dan mengantisipasi berarti mengupayakan supaya tidak ada masalah.
       Penelitian pada dasar nya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan (Sugiyono, 2012:2).  Pada penelitian data yang diperoleh itu bersifat valid, yaitu menunjukan ketepatan pada data yang diperoleh maupun dalam hal nya kaitan dengan objek terkait yang dikumpulkan oleh seorang peneliti.Dengan berkembang nya zaman maka penelitian perlu dilakukan karena hal itu menyangkut dengan hal-hal yang bersifat mencapai sebuah tujuan, pada masa ini penelitian diperlukan bagi para pemegang peran penting pada sebuah organisasi untuk mencari tau tentang situasi kedepan demi kelangsungan hajat organisasi tersebut.Secara umum sebuah penelitian mempunyai tujuan sebagai penemuan, pembuktian, dan pengembangan.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penelitian ?
2.      Hubungan penelitian dan manajer !
3.      Apa yang dimaksud penarapan dasar dan penelitian ?
4.      Jelaskan tentang manajer dan konsultan peneliti !
5.      Jelaskan kerugian peneliti internal dan eksternal !
6.      Jelaskan keuntungan peneliti internal dan eksternal !
1.3  Tujuan Penulisan Makalah
       Tujuan dari penulisan makalah ini adalahagar pembaca mendapatkan wawasan yang lebih tentang pengertian penelitian menurut para peneliti, apa saja ciri-ciri penelitian, sikap apa saja yang harus dimiliki oleh para peneliti, apa saja tujuan penelitian dan untuk melengkapi nilai tugas mandiri mata kuliah metodologi penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apa itu Penelitian?
       Penelitian sebuah istilah asing bagi sebagian khalayak orang. Sejatinya penelitian adalah proses menemukan masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu terlibat dalam banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di lapangan      (Sekaran,2000:4).
2.1.1      Daya Tarik Penelitian dan Mengapa Manajer harus Mengetahui Penelitian
       Teknologi yang modern menuntut perbaikan dalam hal metode sebuah penelitian sehingga saat ini banyak aplikasi penelitian yang sangat mobile dan mudah berkat sambungan dengan koneksi internet.Di zaman modern seperti ini penelitian bukanlah hal sulit, kitapun bahkan bisa mencari informasi dari sebuah penelitian yang telah dilakukan sebagai telah pengambilan keputusan untuk kegiatan perusahaan.Penelitian itu sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya tarik  bagi manajerial adalah teknik dan metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari itu karena penelitian banyak variasi nya. Manajer harus memahami mekanisme penelitian karena hal tersebut berkaitan dengan tanggung jawab dia sebagai pencari solusi pemecahan masalah yang akan dihadapi di perusahaan nya, dan penelitian membantu sebagai media referensi untuk menentukan keputusan yang baik.(Sekaran,2000:5)
2.2 Penelitian Bisnis
       Penelitian Bisnis adalah juga seperti penelitian yang lain, hanya saja lebih dititikberatkan kepada upaya untuk menjawab permasalahan manajerial. Penelitian bisnis terdiri atas serangkaian langkah yang direncanakan dan dilakukan, dengan tujuan menemukan jawaban terhadap isu-isu yang menjadi perhatian manajer di lingkungan pekerjaan. (Sekaran,2000:6)
2.3            Penelitian dan manajer
       Sebuah pengalaman dari organisasi adalah bahwa para manajer harus menghadapi masalah besar dan kecil setiap harinya, serta mereka harus membuat keputusan yang tepat atas masalah yang perusahaan hadapi.Dalam bisnis manajer juga harus melakukan penelitian untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dalam internal di antaranya pada bidang akuntansi, keuangan, manajemen dan pemasaran.Manajer juga harus menyelidiki konteks lingkungan eksternal yang sedang dihadapi dalam berbisnis.Misalnya, ekonomi, politik, demografi, teknologi, persaingan dan faktor global relevan lainnya (Sekaran,2014:7). Penelitian bagi manajer ialah keterkaitan yang erat sebab tanpa penelitian mana mungkin dengan persoalan yang ada akan mudah di selesaikan oleh seorang manajer. Penelitian itu ilmu dan manajer ialah pelakunya untuk mendapatkan data tentang objek yang dituju untuk mencapai pengambilan keputusan.
2.4            Penelitian terapan dan dasar
       Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian untuk menerapkan hasil temuan, guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.Contoh : manajer harus menemukan alasan dibalik mengapa produk tertentu yang dihasilkan di perusahaan itu tidak laku dipasaran. Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.Contoh : seorang dosen Universitas menyelidiki faktor penyebab absensi yang dipecahkan dan di selidiki sendiri (Sekaran,2014:9). Singkatnya, baik penelitian terapan maupun dasar adalah bersifat ilmiah, perbedaan utamanya adalah bahwa yang pertama dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah bisnis muktahir, sedangkan yang terakhir dilakukan karena kepentingan masalah di mata peneliti yang bersangkutan (pribadi).
Gambar2.4.1   sumber:www.ihsan72.yolasite.com%2Fresources%2FMedia%2520pembelajaran%2520Metodologi%2520Penelitian%2520Bisnis.ppt&usg=AFQjCNFdH2Sf62EzGXAlpXhAQrcrG_Vvdg&bvm=bv.107763241,d.c2E
2.5            Manajer dan penelitian
       Manajer dengan pengetahuan penelitian mempunyai kelebihan disbanding manajer yang tidak memilikinya.Seorang manajer harus memahami, memperkirakan dan mengendalikan peristiwa yang merugikan dalam organisasinya.(Sekaran,2014:13). Dalam hal ini konteksnya adalah bahwa manajer harus mempunyai kemampuan analisis yang baik untuk dapat membuatkan keputusan-keputusan penting untuk pencapaian target perusahaan.Alasan lain mengapa manajer profesional saat ini haru mengetahui tentang metode penelitian adalah bahwa mereka akan menjadi lebih mampu membedakan ketika menyaring sebaran informasi dalam jurnal-jurnal bisnis.Maka dari itu manajer yang baik harus mempunya ilmu tentang penelitian, bagaimanapun penelitian memang membantu mereka dalam hal pekerjaan nya itu sendiri sehingga hubungan manajer dan penelitian sangat erat kaitan nya.
     Menurut (Sekaran,2014:15) mengatakan bahwa memilih peneliti harus sesuai dengan standar keilmuan penelitian tersebut. Sebab peneliti yang baik mempunyai kecerdasan dalam penentuan pengambilan keputusan serta analisis yang baik, berikut pemahan mengenai mementukan peneliti yang baik sebagai berikut:
o   Mengenali secara efektif dalam memecahkan masalah kecil yang ada pada  pekerjaan.
o   Mengetahui bagaimana membedkan penelitian yang baik dan buruk
o   Menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi.
o   Memperhitungkan resiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan pengeluara yang berbeda di perusahaan.
o   Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin mempengaruhi situasi.
o   Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif.
o   Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambi keputusan.
2.6            Manajer dan konsultan peneliti
       Seorang manajer perlu menyewa konsultan untuk meneliti beberapa masalah yang lebih rumit dan memakan waktu.Sebab itu mengapa penting utuk memahami bagaimana menemukan dan memilih peneliti, bagaimana berinteraksi secara efektif dengan konsultan, bagaimana seharusnya hubungan manajer peneliti dan kelebihan serta kelemahan konsultan internal versus eksternal. (Sekaran,2014:16)
       (Sekaran,2014:18) mengatakan seorang manajer harus memastikan sebelum menyewa peneliti atau konsultan bahwa :
1.      Peran dan harapan kedua belah pihak dinyatakan secara ekspilit
2.      Filosofi dan sistem nilai organisasi yang relevan disampaikan secara jelas dan keterbatasan jika ada yang dikomunikasikan
3.      Hubungan baik dibangun peneliti, antara peneliti dan karyawan organisasi memungkinkan kerjasama penuh di kemudian hari.
2.7 Konsultan/peneliti internal
       (Sekaran,2000:19) mengatakan bahwa Ada empat keuntungan dalam menggunakan tim internal umntuk melakukan proyek penelitian  :
·         Tim internal akan lebih mungkin diterima oleh karyawan dalam submit organisasi di mana penelitian perlu dilakukan.
·         Tim akan memerlukan lebih sedikit waktu untuk memahami struktur, filosofi dan suasana, serta fungsi dan system kerja organisasi.
·         Mereka akan dapat melaksanakan rekomendasi setelah temuan penelitian diterima. Hal ini sangat penting karena setiap gangguan dalam implementasi rekomendasi dapat disingkirkan dengan bantuan mereka. Mereka juga dapat mengevaluasi efektivitas perubahan, dan mempertimbangkan perubahan lebih lanjut, jika, dan ketika diperlukan.
·         Tim internal mungkin menelan jauh lebih sedikit biaya dibanding tim eksternal untuk departemen yang memerlukan bantuan dalam pemecahan masalah, sebab mereka hanya membutuhkan sedikit waktu memahami system karena keterlibatan mereka yang terus-menerus dengan berbagai unit dalam organisasi. Untuk masalah yang tidak terlalu rumit, tim internal sangat ideal.

       (Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa adapula kerugian tertentu dalam menggunakan tim peneliti internal untuk tujuan pemecahan masalah. Empat hal yang paling kritis adalah :
·         Dalam konteks masa kerja mereka yang panjang sebagai konsultan internal, tim internal sangat mungkin jatuh ke dalam cara pandang stereotip dalam melihat organisasi dan masalahnya. Hal tersebut akan menghalangi ide dan perspektif segar yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah. Hal tersebut jelas sekali akan menjadi rintangan bagi situasi ketika isu-isu berat dan masalah kompleks harus diinvestigasi.
·         Ada keleluasaan bagi koalisi kekuasaan tertentu dalam organisasi untuk mempengaruhi tim internal menyembunyikan, menyimpangkan, atau dapat mengubah fakta tertentu. Dengan kata lain, kepentingan pribadi tertentu dapat mendominasi, terutama untuk mendapatkan porsi yang cukup besar dari sedikit sumber daya yang tersedia.
·         Terdapat kemungkinan bahwa, bahkan tim penelitian internal yang paling berkualifikasi tinggi tidak dianggap sebagai pakar oleh staff dan manajemen, dan oleh karena itu rekomendasi mereka tidak memperoleh cukup pertimbangan dan perhatian yang layak.
·         Bias organisasi tertentu terhadap tim penelitian internal dalam beberapa hal dapat membuat temuan menjadi kurang objektif dan sebagai konsekuensinya kurang ilmiah.
2.8 Konsultan/peneliti eksternal       
       (Sekaran,2000:20) mengatakan bahwa kerugian dari tim internal sebaliknya merupakan keuntungan tim eksternal, dan keuntungan yang pertama menjadi kerugian yang terakhir.Tetapi, keuntungan dan kerugian tim eksternal dapat disoroti.
Keuntungan tim eksternal adalah :
Ø  Tim eksternal dapat menerapkan kekayaan pengalaman yang diperoleh dari bekerja dengan berbagai tipe organisasi yang mempunyai jenis masalah yang sama atau mirip. Keluasan pengalaman akan membuat mereka mampu untuk berfikir, baik secara divergen atau konvergen, dan menghindari ketergesaan menuju solusi instan berdasarkan fakta yang tampak dalam situasi. Mereka akan mampu mempertimbangkan beberapa cara alternative untuk melihat masalah karena pengalaman pemecahan masalah yang luas dalam berbagai konteks organisasi lain. Karena menelaah situasi dari beberapa sudut dan perspektif yang mungkin (secara divergen), mereka dapat secara kritis menilai masing-masing, membuang pilihan dan alternative yang kurang sesuai, dan focus pada solusi spesifik yang layak (berfikir secara konvergen).
Ø  Tim eksternal, terutama dari perusahaan penelitian dan konsultan terkemuka, mungkin mempunyai lebih banyak pengetahuan mengenai model-model pemecahan masalah yang terkini dan tercanggih yang diperoleh melalui program pelatihan periodic mereka, yang mungkin tidak dimiliki oleh tim internal organisasi. Karena keusangan pengerahuan merupakan ancaman nyata dalam bidang konsultan, institusi penelitian eksternal menjamin bahwa anggota mereka memperoleh inovasi terbaru dalam program pelatihan yang dikelola secara periodik. Tingkat di mana anggota tim internal tetap mengikuti teknik pemecahan terbaru mungkin sangat dipertimbangkan oleh organisasi.
       (Sekaran,2000:21) mengatakan bahwa kerugian utama dalam menyewa tim penelitian eksternal adalah sebagai berikut :
Ø  Biaya sewa tim penelitian ekternal biasanya mahal dan cenderung dihindari, kecuali jika masalah sangat kritis.
Ø  Selain banyak waktu yang diperlukan oleh tim ekternal untuk memahami organisasi yang akan diteliti, mereka jarang memperoleh sambutan hangat, pun tidak dengan serta-merta diterima oleh karyawan. Departemen dan orang yang akan terpengaruh oleh studi penelitian mungkin menganggap tim studi sebagai ancaman dan menentang meraka. Karena itu, meminta dukungan karyawan dan memperoleh kerjasama mereka dalam studi adalah sedikit lebih sulit dan memakan waktu bagi peneliti eksternal dibandingkan tim internal.
Ø  Tim eksternal juga membebankan biaya tambahan untuk bantuan mereka dalam fase implementasi dan evaluasi.
       Diatas telah dimuat keuntungan maupun kerugian bilama head to head kedua peneliti disandingkan sebagai bahan acuan saran untuk manajer ialah, sambil mengingat keuntungan dan kerugian tim internal dan eksternal, manajer yang menginginkan jasa penelitian harus mempertimbangkan pro dan kontra dalam menggunakan salah satunya sebelum membuat keputusan. Bila masalah sangat rumit, atau jika ada kemungkinan masuknya kepentingan pribadi, atau bila keberadaan organisasi menjadi taruhannya karena satu atau lebih masalah serius, sangat disarankan untuk menggunakan peneliti eksternal meskipun biayanya lebih mahal. Tetapi, jika masalah yang terjadi cukup sederhana, jika waktu menjadi penentu dalam pemecahan masalah yang cukup rumit, atau bila perluasan system diperlukan untuk membuat prosedur dan kebijakan yang bersifat rutin, tim internal mungkin akan menjadi pilihan yang lebih baik.
2.9  Pengetahuan tentang penelitian dan efektifitas manajerial
       Sebagai manajer, anda akan menjadi orang yang mengambil keputusan akhir pada implementasi rekomendasi yang dibuat oleh tim peneliti. Tetap objektif berpaku pada penyelesaian masalah, serta mengambil keputusan yang terbaik pada masalah yang dihadapi perusahaan.Dengan demikian, pengetahuan tentang penelitian benar-benar meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan manajer. (Sekaran,2014:22). Oleh karena itu Penelitian yang memenuhi aspek dan kaidah semana mestinya serta penggunaan perangkat teknologi termuktahir dapat membantu pekerjaan sebagai manajer.Hal ini adalah kesinambungan antara penelitian yang baik serta pembacaan hasil analisis manajerial yang valid dan tepat membuat sebuah keputusan yang dapat memecahkan persoalan. Sehingga manajerial dapat lebih mengefektifitaskan waktu untuk persoalan baru yang akan terjadi sehingga membuat sebuah organisasi akan berjalan sehat segimana tujuan-tujuan yang harus mereka capai.
2.10 Etika dan penelitian bisnis
       (Sekaran,2000:23) mengatakan bahwa etika dalam penelitian bisnis mencakup pada kode etik atau norma perilaku sosial yang diharapkan ketika melakukan penelitian. Kode etik berlaku bagi organisasi dan anggota yang mensponsori penelitian, peneliti yang melakukan penelitian, dan responden yang memberikan data yang diperlukan.Ketaatan terhadap etika dimulai dengan orang yang mengadakan penelitian, yang harus melakukan dengan sungguh-sungguh, memperhatikan indikasi hasil penelitian, melepaskan ego, dan mengejar kepentingan organisasi alih-alih diri sendiri. Dengan demikia perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian, pengumpulan data, analis data, pelaporan dan penyebaran informasi di internet, jika kegiatan tersebut dilakukan. Sebab etika mengajarkan untuk selalu patuh pada prosedur hingga pada akhirnya penelitian tersebut berjalan dengan independent tanpa mempersoalkan  keuntungan individu yang ingin diraih dari hasil penelitian. Hakikat nya penelitian dalam bisnis adalah persoalan memecahkan persoalan dalam luang lingkup internal yang mendahulukan persoalan sebuah organisasi yang harus dijalankan dengan sikap etis dan independent.
BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Sejatinya penelitian adalah proses menemukan masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi. Manajer selalu mempelajari dan menganalisis masalah-masalah maka dari itu teribat dalam banyak hal kegiatan penelitian sehingga bisa menghasilkan keputusan di lapangan            (Sekaran,2000:4).
Penelitian itu sebuah seni pengumpulan informasi dan data yang diperlukan melalui metode-metode yang sudah ditentukan, sebab itu penelitian mempunyai daya tarik sebagai ilmu yang mempelajari seni memperoleh informasi.Dalam hal ini yang menjadi daya tarik  bagi manajerial adalah teknik dan metodenya mudah dipahami bahkan banyak juga dalam aplikasi software , maka dari itu karena penelitian banyak variasi nya.
Penelitian identik dengan tujuan ilmu pengetahuan pada umumnya, yaitu membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang ditentukan.
Penelitian Terapan (applied reserarch) adalah penelitian untuk menerapkan hasil temuan, guna untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang kerap terjadi pada suatu organisasi yang diperoleh murni melalui penelitian dasar untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Sekaran Uma, 2009, Reserch Methots for Business, Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Sugiyono, 2012, Metod Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Penerbit
       Alfabeta

Jumat, 26 Februari 2016

proposal

A.    Latar Belakang Penelitian

       Dalam kondisi krisis perekonomian global, suatu perusahaan akan dihadapkan pada apakah perusahaan tetap dapat mempertahankan kinerja yang telah dibangun selama ini atau akan ikut terpuruk seperti yang sedang terjadi pada perusahaan di negara-negara lainnya. Jika perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya dan perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien sehingga kinerja perusahaan dapat dipertahankan dan tetap dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan, maka dapat dikatakan bahwa perencanaan yang dibuat oleh manajemen perusahaan telah berhasil.
Untuk menilai keberhasilan kinerja perusahaandapat dilakukan melalui analisa laporan keuangan,analisis khusus, basis data, dan sumber informasi lainnyayang menjadi pertimbangan yang masuk akal tentangkondisi masa lalu, sekarang dan prospek dari usaha sertaefektivitas pimpinannya.
       Analisa Laporan Keuanganbanyak dilakukan oleh manajemen atau analis dalammenilai kinerja keuangan dari suatu perusahaan karenaLaporan Keuangan merupakan sumber informasi.Terdapat berbagai teknik analisa laporan keuangan,termasuk berbagai rasio keuangan dan tren dari tahunke tahun yang dapat digunakan melakukan penilaiankinerja keuangan sebuah perusahaan. Akan tetapi perludisadari bahwa teknik yang berbeda akan sesuai untuk tujuan yang berbeda.
       Menurut Kamaludin dan Indriani R (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
       Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
       Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
       PT Kharisma Batavia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Landscape atau jasa perawatan tanaman yang besarnya penerimaan berasal dari penjualan jasa perawatan, pembersihan, dan penanaman tanaman. Karena laba merupakan komponen sangat penting bagi setiap perusahaan dalam menunjang berjalanya kegiatan operasional, maka PT Kharisma Batavia memiliki pendapatan laba yang lumayan menguntungkan untuk perkembangan perusahaan ke depannya.
       Pendapatan yang baik dan tata keuangan yang cukup baik sehingga bisa membantu keuangan yang ada didalam perusahaan tersebut untuk ke masa yang akan datang. Pengeluaran kas yang baik dalam perencanaan yang telah dibuat sehingga bisa lebih efektif, tujuan yang diharapkan oleh perusahaan dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan demi kemajuan perusahaan.
       Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Analisis Laporan Keuangan Terhadap Laba di PT Kharisma Batavia”. Dan sebagai berikut penulis juga melampirkan tabel dari laporan laba rugi dan laporan neraca pada PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014.
Berikut adalah laporan laba rugi atas PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014

PT KHARISMA BATAVIA
LAPORAN LABA RUGI
PER 31 DESEMBER 2014
PENDAPATAN




Pendapatan



7.755.031.366,00
PENDAPATAN BERSIH



HARGA POKOK PENJUALAN



Biaya Overhead



6.812.611.065,00
LABA (RUGI) KOTOR USAHA


942.420.301,00
Beban - Beban Usaha



Biaya Karyawan


745.532.500,00

Biaya Umum & Administrasi

107.639.219,00

Biaya Prasarana


30.224.500,00

Biaya Pemeliharaan & Perbaikan

44.039.500,00

Biaya Penyusutan


7.250.000,00

Total Biaya Operasional


934.685.719,00
LABA (RUGI) OPERASIONAL


7.734.582,00
PENDAPATAN & BIAYA LAIN – LAIN



Pendapatan Lain-lain



Biaya Lain-lain


5.912.939,00




2.054.593,00





3.858.346,00
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK


11.592.928,00
TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN



LABA (RUGI) BERSIH SETELAH PAJAK


11.592.928,00

       Seperti terlihat pada tabel diatas bahwa pendapatan bersih pada tahun 2014 di PT Kharisma Batavia sebesar Rp 7.755.031.366 dikurangi dengan biaya overhead sebesar Rp 6.812.611.065 dan mendapatkan laba kotor usaha sebesar Rp 942.420.301. Kemudian dikurangi dengan beban-beban usaha yaitu dengan total biaya operasional sebesar Rp 934.685.719 yang diperoleh dari biaya karyawan ditambah biaya umum & administrasi ditambah dengan biaya prasarana ditambah dengan biaya pemeliharaan & perbaikan dan ditambah dengan biaya peyusutan yang ada diperusahaan yang dikurangi dengan laba kotor perusahaan lalu menghasilkan laba rugi operasional sebesar Rp 7.734.582. Kemudian ditambahkan dengan pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain sebesar Rp 3.585.346 menghasilkan laba rugi setelah kena pajak sebesar Rp 11.592.928.
Berikut adalah Laporan Neraca dari PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014

PT KHARISMA BATAVIA
NERACA
PER 31 DESEMBER 2014
AKTIVA



HUTANG DAN MODAL


AKTIVA LANCAR



Hutang Lancar



Kas


100.000.000,00
Hutang Pajak


590.182.367,00
Bank


600.000.000,00
Hutang jk Panjang


1.525.000.000,00
Piutang Direksi


210.000.000,00
Hutang Lainnya



Piutang Pihak ke 3


1.910.184.270,00




Jumlah Aktiva Lancar

2.820.184.270,00
Jumlah Kewajiban Lancar

2.115.182.367,00
Aktiva Tetap



Modal



Nilai Peroelahan

29.000.000,00

Modal Disetor


700.000.000,00
Akm. Penyusutan

16.250.000,00

Laba (Rugi) Ditahan


6.158.975,00
Nilai Buku

12.750.000,00

Laba (Rugi)Tahun Berjalan

11.592.928,00
Jumlah Aktiva Tetap

12.750.000,00
Jumlah Modal


717.751.903,00
Jumlah Aktiva


2.832.934.270,00
Total Kewajiban & Modal

2.832.932.270,00
       Setelah melihat tabel diatas bisa dilihat dari laporan neraca pada PT Kharisa Batavia tahun 2014. Dari kolom aktiva disana terdapat aktiva lancar yang jumlahnya sebesar Rp 2.820.184.270 yang didapat dari kas perusahaan ditambah dengan bank ditambah dengan piutang direksi dan ditambhkan lagi dengan piutang dari pihak ketiga. Kemudian ditambahkan dengan jumlah  aktiva tetap sebesar Rp 12.750.000 yang diperoleh dari nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan ditambahkan dengan nilai buku dan  setelah dijumlahkan keduanya mendapatkan hasil aktiva sebesar Rp 2.832.934.270.
       Sedangkan dilihat dari kolom pasiva jumlah kewajiban lancar yang ada di PT Kharisma Batavia sebesar Rp 2.115.182.367 yang didapat dari hutang pajak ditambah dengan hutang jangka panjang. Kedudian dari jumlah modal itu sebesar Rp 717.751.903 yang didapat dari modal disetor ditambah dengan laba rugi ditahan dan laba rugi tahun berjalan. Dan setelah keduanya dijumlahkan bisa didapat total kewajiban dan modal adalah sebesar Rp 2.832.932.270.
B.     Identifikasi Masalah
       Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka dapat diidentifikasi beberapamasalah penelitian sebagai berikut :
1.      Suatuperusahaanakandihadapkan pada posisi apakah perusahaan masih bisa mempertahankan kinerja yang telah dibangun hingga saat ini atau akan ikut terpuruk seperti yang terjadi pada perusahaan di Negara lain.
2.      Teknik yang diambil agar perusahaan tidak memperoleh kerugian pada bidang ini dan tidak terpengaruh pada krisis ekonomi yang terjadi.

C.    Pembatasan Masalah
       Mengingat keterbatasan waktu dan permasalaahan yang dihadapi penulis sangat kompleks dan luas dalam penulisan proposal ini, maka ruang lingkup penelitian dibatasi dengan judul “Analisis Laporan Keuangan terhadap Laba PT Kharisma Batavia”. Pengambilan data dilakukan di PT Khariska Batavia yang beralamat JL. Betawi Jombang, Tangerang Selatan.
1.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelahaan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti kesuluruhan.
2.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Laporan adalah segala sesuatu yang dilaportkan secara rutin yang diberikan secara berkala mengenai data keuangan yang berasal dari pembukuan dan diberikan kepada anggota (para pemegang saham).
3.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Keuangan adalah penyusunan laporan atau kumpulan catatan transaksi keuangan yang tersusun dalam buku besar dan bertalian dengan jenis harta dan kewajiban yang dimiliki perusahaan.
4.      Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
5.      Laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di dalam perusahaan selama periode tertentu.
6.      Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
7.      Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
8.      Analisis rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat mengungkapkan hubungan penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasi menurut Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
9.      Pengertian analisa rasio keuangan menurut Kasmir(dalam Kartika) (2010:104) yang diterjemahkan oleh  James C van Home adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
10.  Menurut (KBBI) pengertian laba adalah selisih lebih antara harga penjualanvyang lebih besar dan harga pembelian atau biaya produksi (keuntungan).




D.    Perumusan Masalah
a.       Bagaimana dalam metode laporan yang terpakai akan mempengaruhi prosentase laba?
b.      Apakah tiap macam ratio laporan keuangan akan mempengaruhi efektifitas laba dari perusahaan PT Kharisma Batavia?
c.       Bagaimana analisis laporan keuangan terhadap laba pada perusahaan tersebut?

E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan
       Dari pertanyaan rumusan diatas, adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah:
a.  Untuk mengetahui bagaimana perolehan laba yang ada pada PT Kharisma Batavia
b.  Untuk mengetahui bagaimana cara penggunaan rasio keuangan yang ada dalam rumus akuntansi dipergunakan didalam PT Kharisma Batavia
c.  Untuk mengetahui apakah pelaporan dan pencatatan pendapatan laba di PT Kharisma Batavia cukup baik atau tidak
2.      Manfaat
a.       Manfaat Teoritis
1)      Bagi Penulis
       Penelitian diharapkan dapat memberikan pemikiran, pengetahuan dan gambaran yang lebih jelas mengenai analisis laporan keuangan terhadap laba disuatu perusahaan  sebagai aplikasi penerapan ilmu yang diperoleh selama kuliah di Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dan sebagai bentuk perbandingan antara teori dan aplikasinya dimasyarakat.
2)      Bagi Universitas
       Karya ini diharapkan agar dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi pembaca dalam melakukan penelitian sehingga kekurangan dalam penulisan ini dapat dilengkapi.

b.      Manfaat Praktisi
1)      Agar menjadi masukan yang berguna bagi perusahaan PT Kharisma Batavia supaya bisa membuat rancangan laporan keuangan yang baik.
2)      Agar penelitian ini menjadi acuan bagi perusahaan lain supaya tidak mencatat pelaporan keuangan yang tidak benar.

F.     Kerangka Pemikiran
Menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Bisnis (2010:89) kerangka berfikir adalah sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbai teori yang telah dideskripsikan.
Gambar
Kerangka Pemikiran
Analisis Laporan Keuangan
Hasil Laba
Penerimaan Pendapatan Perusahaan
Pendapatan Laba
                                                           





G.    Hipotesis
       Menurut Sugiyono dalam buku Metodelogi Penelitian bisnis (2010:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian biasanya di susun dalam bentuk kalimat pernyataan yang masih harus dibuktikan kebenaran nya. Berdasarkan penelitian kami , hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
Hipotesis:  Adanya analisis dalam Laporan keuangan terhadap Laba di perusahaan PT Kharisma Batavia.
H.    Sistematika Penelitian
1.      Sampul muka,
2.      Halaman pengesahan,
3.      Halaman pernyataan,
4.      Halaman abstrak (bahasa Indonesia),
5.      Halaman abstrak (bahasa Inggris),
6.      Kata pengantar
7.      Daftar isi,
8.      Daftar tabel
9.      Daftar gambar
10.  Daftar lampiran
11.  Bagian utama
Bab I
a.    Pendahuluan
1)   Latar belakang Masalah
2)   Identifikasi Masalah
3)   Pembatasan Masalah
4)   Perumusan Masalah
5)   Tujuan dan Manfaat Penelitian
6)   Kerangka Pemikiran
7)   Hipotesis
8)   Sistematika Penulisan
9)   Teori/Tinjauan Pustaka/Kerangka Pemikiran
b.   Tinjauan Pustaka
c.    Metodologi Penelitian
1)      Jenis Penelitian
2)      Model Penelitian
3)      Populasi dan Sampel (bila ada)
4)      Teknik Pengumpulan Data
5)      Pengolahan dan Analisis Data
6)      Operasional Variabel
d.   Hasil dan Pembahasan
e.    Kesimpulan dan Saran
12.  Bagian akhir terdiri dari
a. Daftar Pustaka
b.Lampiran (bilaada)
c. Surat Bukti atau Keterangan Melakukan Penelitian

I.       Pendekatan Data dan Keilmuan
1.      Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di dalam perusahaan selama periode tertentu.

2.      Tujuan laporan Keuangan
       Menurut Kasmir dalam Junita (2010:10) tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan sebagai berikut :
a.       Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
b.      Memberikan informasi tentang jenis jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
c.       Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada periode tertentu.
d.      Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
e.       Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva dan modal perusahaan.
f.       Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
g.      Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
h.      Informasi keuangan lain-lain.
3.      Komponen Laporan Keuangan
       Unsur-unsur laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP adalah Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Secara umum terdapat beberapa pembaharuan dalam proses penyajian laporan keuangan menurut Internasional Financial Reporting Standard(IFRS). Sebelumnya, sebuah laporan keuanganyang lengkap meliputi Balance Sheet (Neraca), Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas). Revisi yang dilakukan oleh International Accounting Standard (IAS) adalah terkait dengan perubahan title dari BalanceSheet menjadi Statement of Financial Position,Cash Flow Statement menjadi Statement ofCash Flow, serta adanya laporan baru yaitu Statement of ComprehensiveIncome yang terkait dengan adopsi konsep Comprehensive Income.Menurut Brigham dan Houston (dalam Kartika) (2009:45) diterjemahkan Ali Akbar Julianto laporan keuangan terdiri dari empat komponen, yaitu :
a.    Neraca
b.   Laporan Laba Rugi
c.    Laporan Laba Ditahan
d.   Laporan Arus Kas

4.      Definisi Analisis Laporan Keuangan
       Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
       Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Analisis rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat mengungkapkan hubungan penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasional menurut Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
       Pengertian Analisa Rasio Keuangan menurut Kasmir (dalam Kartika)  (2010:104) yang diterjemahkan oleh James C van Home adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.

5.      Kelebihan dan Kelemahan Rasio Keuangan
       Menurut Harahap (dalam Kartika) (2006:298) keunggulan rasio keuangan adalah sebagai berikut:
a.       Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
b.      Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang diisajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
       Kelemahan analisis laporan keuangan itu sendiri menurut Weston (dalam buku Kasmir) (2010:116) adalah sebagai berikut:
a.       Data keuangan disusun dari data akuntansi
b.      Prosedur pelaporan yang berbeda mengakibatkan laba yang dilaporkan berbeda pula (dapat naik atau turun), tergantung prosedur pelaporan keuangan tersebut.

6.      Jenis-jenis Rasio Keuangan
       Menurut Kasmin (dalam Junita) (2010:128-196) terdapat empat rasio keuangan yang dapat digunakan dalam menganilisis laporan keuangan perusahaan , yaitu:
a.       Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan rasio yang mengggambarkan kemampuan perusahaan uhi kewajiban (utang) jangka pendek. Untuk menentukan tingkat likuiditas perusahaan dipergunakan lima rasio likuiditas, yaitu:
1)      Rasio Lancar (Current Ratio)
Current Ratio = Aktiva Lancar           
                                                X 1 Kali
                        Utang Lancar


       Rasio lancarar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi keajiban jangka pendeknya atau hutang yang secara keseluruhan dengan aktiva lancar yang dimilikinya, yaitu dengan perbandigan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar





2)        Ratio Cepat (Quick Ratio)
Quick Ratio =   Aktiva Lancar – Persediaan  X 1 kali
                                    Utang Lancar                         
       Ratio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang lancar (utang jangka pendek) yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang tersedia dalam perusahaan tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory).



                                                                                                                               
3)      Rasio Kas (Cash Ratio)
       Rasio kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang.
Cash Ratio =   Kas
                        Utang lancar    X 100%
                       

 




4)      Rasio Perputaran Kas (Cash Turn Over)
RPK =   Penjualan Bersih       x 1 kali
Modal Kerja Bersih

       Rasio perputaran kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan (utang-utang) dan membiayai biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.




5)      Inventory to Net Working Capital
INWC =          Persediaan
                                                            X 100%
Aktiva Lancar – Utang Lancar
       Rasio ini digunakan untk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.



                                                                                                                                      

b.        Rasio Solvabilitas atau Leverage
       Menurut Kasmir dalam Junita (2010:151) rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.Pengukuran rasio solvabilitas terdiri dari :
1)      Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva (Debt to Assets Ratio)
DTAR =  Total Kewajiban    X 100%
                Total Aktiva
       Rasio ini menunjukan seberapa besar dari kesuluruhan aktiva perusahaan yang dibelanjai oleh hutang atau seberapa besar proposi antara kewjiban yang dimiliki dengan kekayaan yang dimiliki.


                                                                                                                    
2)      Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt To Equity Ratio)
DTER = Total Hutang          X  100%
               Modal Sendiri         

       Rasio ini digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas sehingga rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana disediakan pinjaman (kreditor) dengan pemilik perusahaan.
                                                                                                                 


3)      Long-Term Debt to Equity Ratio
LTDtER =       Hutang Jangka Panjang      X 100%
                             Modal Sendiri                               

       LTDtER merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri dan hasil perhitungannya menunjukkan seberapa besar bagiann dari setiap modal sendiri dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.



4)      Times Interest Earned
TIE =        EBIT            X 1 Kali
              Biaya Bunga  

       Rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga bagi kreditor.




c.         Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :
1)      Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)
       Rasio ini menunjukkan seberapa lama penagihan piutang selama satu periode attau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
RTO =  Penjualan Kredit     X 1 Kali
            Rata-rata Piutang                   

 



2)        Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
       Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan berputar dalam suatu periode.
ITO =   Penjualan         X 1 Kali
             Persediaan     

 







3)      Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over)
       Rasio ini merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu.
WTCO =   Penjualan Bersih
                                                      X 1 Kali
  Modal Kerja Rata-Rata
 




4)      Fixed Assets Turn Over
FATO =      Penjualan
                                                X 1 Kali
Total Aktiva Tetap
       Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktivitas tetaap berputar dalam satu periode.




                                                                                                       
5)      Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turn Over)
TATO =    Penjualan
                                         X 1 Kali
    Total Aktiva
        Total asset turn over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.






d.        Rasio Provitabilitas
       Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :



1)        Net Profit Margin
        Net profit margin merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba bersih setelah bunga  dan pajak atas penjualan neto pada suatu periode tertentu.
NPM =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                                 X 100%
       Penjualan
 





2)      Hasil Pengembalian Investasi (Return On Investment/ROI)
ROI =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                                    X 100%
    Total Aktiva
       Rasio ini mengukur keuntungan yang diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan setelah dikurangi bunga dan pajak (EAIT) untuk menghasilkan keuntungan yang diinginkan (total assets).

 




3)      Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ROE)
       Hasil pengembalian ekuitas atau return equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih (net income) sesudah pajak dengan modal sendiri.
ROE =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                              x 100%
 Modal Sendiri
 





7.      Keterbasaan Analisa Rasio Keuangan
       Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam  Junita) (2011:50) kekurangan dari informasi analisa rasio ini adalah sebagai berikut :
a.       Rasio keuangan didasarkan pada informasi akuntansi yang dihasilkan melalui prinsip-prinsip akuntansi yang dianut perusahaan, sedangkan data tersebuut dapat ditafsirkan dengan berbagai macam cara dan bahkan bisa manipulasi.
b.      Rasio keuangan dapat mencerminkan suatu kondisi yang luar biasa dimasa lampau, sebagai contoh penjualan meningkat 200%. Apabila tidak diselidiki lebih lanjut dengan data pendukung, maka hasilnya bisa saja penjualan meningkat bukan disebabkan unit terjualnya yang meningkat tetapi harga barang tersebut sudah naik 200% sehingga menimbulkan penarikan kesimpulan yang salah.
c.       Sulit untuk ditemukan ukuran rasio standard yang memberikan arti tidak kabur sebagai dasar perbandingan.

J.      Tim Peneliti
       Karena adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya dari penulis, tentu saja dalam karya tulis ada keterbatasan bila diselesaikan sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak. Segenap bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan maupun dukungan oleh berbagai pihak yang menjadi tim dari penulis karya ini adalah sebagai berikut:
1.      ALLAH SWT, Atas karunia-Nya sehingga proposal ini dapat dikerjakan tepat waktu.
2.      Bapak H. Endang Ruhiyat, SE., M.M. selaku sebagai Kaprodi Akutansi di Universitas Pamulang sebagai sosialisator Seminar Proposal Skripsi.
3.      Bapak Angga Hidayat sebagai dosen pengampu mata kuliah Metodologi Penelitian yang memberikan bimbingan.
4.      Ibu Nofriyanti selaku dosen Akuntansi Keuangan yang telah memberikan bimbingan materi.
5.      Teman-teman yang tergabung dalam Tim peneliti yang membantu menyelesaikan proposal ini.
6.      Perusahaan PT Kharisma Batavia selaku perusahaan yang membantu dalam penelitian proposal ini.









K.    Jadwal Kegiatan
                                                                        Tabel 1.1
                                                                 Jadwal Kegiatan

No.

Kegiatan
Desember
Januari
February
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Seminar Proposal












3
StudiLapangan












4
Pengumpulan Data












5
Pengolahan Data












6
KonsultanAkhir












7
UjiSkripsi













L.     Anggaran  
                                                                        Tabel 1.2
                                                                        Anggaran
No.
SpesifikasiTeknis
Biaya (Rp)
1
Pendaftaraan Proposal
Rp       50.000
2
Kertas A4 ( 3 Rim)
Rp     160.000
3
BukuLiteratur
Rp     250.000
4
PendaftaraanSkripsi
Rp   1.000.000
5
Transport
Rp     125.000
6
BiayaBimbingan
Rp     350.000
7
Fotocopy, Print &Penjilidan
Rp     200.000
8
BiayaWisuda
Rp  2.500.000
Total Biaya
Rp  4.635.000

M.   Pedoman Peliputan Data
1.      Pedoman Penulisan Proposal di Universitas Pamulang.
2.      Buku Metodelogi Penelitian Bisnis karangan Sugiyono.
3.      Buku susunan Laporan Keuangan.
4.      Jurnal – Jurnal Ilmiah yang berkaitan dengan Laporan keuangan dan Laba.
5.      Mengumpulkan Informasi dari website yang berhubungan dengan judul diatas.
N.    Metodelogi Penelitian
1.        Jenis Penelitian
       Jenis Penelitian dibagi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data yang diukur dalam satuan numerik (angka). Sedangkan kualitatif adalah data yang tidak diukur dengan skala numerik.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, analisis data deskriptif menurut sugiyono (2010:7) yaitu teknik penelitian yang memberikan gambaran atau gambaran deskriptif suatu data yang dilakukan dalam hal untuk mengetahui adanya hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian dan analisis data yang bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, pristiwa, persepsi, aktivitas, social, kepercayaan, pemikiran seseorang maupun kelompok.
2.        Model Penelitian
       Model Penelitian adalah  merujuk pada objektifitas data data yang diperoleh dan melakukan pendekatan secara deskriptif yaitu menjelaskan kondisi pada masa sekarang atau disebut juga mendiskriptifkan suatu gejala, peristiwa, atau permasalahan yang terjadi sekarang.
3.        Jenis dan Sumber data
a.       Data Primer
       Menurut Sugiyono (2012:137) menyatakan sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data primer sebagai alat referensi. Sehingga dapat disimpulkan data primer sebagai data yang dikumpulkan dari sumber-sumber terkait yang asli untuk sebuah tujuan tertentu.
b.      Data Sekunder
       Sugiyono (2012:137) menerangkan bahwa data sekunder ialah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, missal dari orang lain atau lewat dokumen. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari website maupun jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan isi yang diperlukan dalam pembuatan karya penelitian ini.



c.       Teknik Pengumpulan data
1)      Wawancara atau Interview
       Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan Tanya jawab dengan pihak-pihak terkait dalam sebuah perusahaan atau orang tertentu yang bersangkutan dalam pembahasan penelitian ini. Untuk memperoleh data yang lebih jelas maupun masalah masalah penting yang akan membantu penulisan dalam penelitian ini.  
2)      Quesioner
       Quesioner adalah kegiatan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara Tanya jawab dengan memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada responden tertentu yang ada di bagian terkait untuk menjawab nya.
3)      Observasi
       Observasi adalah kegiatan untuk mencari data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung dengan berbagai aktivitas dan kondisi yang terjadi dari objek yang diteliti pada bagian-bagian yang erat kaitannya dengan masalah pengaruh hasil Laporan keuangan terhadap penentuan sebuah Laba di perusahaan.
d.      Metode Analisis Data
1)      Validitas
       Hasil penelitian dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dan data yang sesungguhnya pada obyek yang diteliti. Sebelum kuesioner dipergunakan perlu diuji dulu validitasnya dari masing-masing pertanyaan yang ada pada instrument pengambilan data dengan cara mengkorelasikan item butir-butir pertanyaan terhadap total skor pada tiap factor dari masing-masing responden yang di uji coba.
2)      Realibitasi
       Realibitasi merupakan derajat konsistensi dan stablitasi data atau temuan. Uji ini dimaksud untuk menindak lanjuti analisis data yang diperoleh dan penemuan masalah lanjutannya dapat diketahui sejauh mana hubungan terkait antar variable terkait dapat diperoleh kesimpulan yang akurat.



3)      Uji Klasik
a.         Uji Normalisas
       Uji normalisasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regesi,variable dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
b.        Uji Multikolineralitas
       Uji ini dimaksud untuk mendeteksi gejala korelasi antara variable bebas yang satu dengan variable bebas yang lain.


























O.    Daftar Pustaka

Junita, Silvi. 2013,”Analisis Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan Analisia Rasio
                        Keuangan”,07 Januari 2016.http://eprints.mdp.ac.id/748/1/JURNAL%2020
            09200043%20SILVI_JUNITA.pdf
        Kartika, Norma Ayu. 2013,”Analisis Laporan Keuangan pada Perusahaan”, 07 Januari
                  2016. http://eprints.mdp.ac.id/745/1/Jurnal%202009200022%20Norma_
                  Ayu_Kartika.pdf
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sugiyono, Metodelogi Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung : 2010
Yutikawati, Erlina. 2013, “Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
                    Keuangan”, 07 Januari 2016. http://eprints.ums.ac.id/26914/15/02._Artikel_
                  Publikasi_-Erlina_Yutikawati.pdf