Jumat, 26 Februari 2016

proposal

A.    Latar Belakang Penelitian

       Dalam kondisi krisis perekonomian global, suatu perusahaan akan dihadapkan pada apakah perusahaan tetap dapat mempertahankan kinerja yang telah dibangun selama ini atau akan ikut terpuruk seperti yang sedang terjadi pada perusahaan di negara-negara lainnya. Jika perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya dan perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien sehingga kinerja perusahaan dapat dipertahankan dan tetap dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan, maka dapat dikatakan bahwa perencanaan yang dibuat oleh manajemen perusahaan telah berhasil.
Untuk menilai keberhasilan kinerja perusahaandapat dilakukan melalui analisa laporan keuangan,analisis khusus, basis data, dan sumber informasi lainnyayang menjadi pertimbangan yang masuk akal tentangkondisi masa lalu, sekarang dan prospek dari usaha sertaefektivitas pimpinannya.
       Analisa Laporan Keuanganbanyak dilakukan oleh manajemen atau analis dalammenilai kinerja keuangan dari suatu perusahaan karenaLaporan Keuangan merupakan sumber informasi.Terdapat berbagai teknik analisa laporan keuangan,termasuk berbagai rasio keuangan dan tren dari tahunke tahun yang dapat digunakan melakukan penilaiankinerja keuangan sebuah perusahaan. Akan tetapi perludisadari bahwa teknik yang berbeda akan sesuai untuk tujuan yang berbeda.
       Menurut Kamaludin dan Indriani R (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
       Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
       Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
       PT Kharisma Batavia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Landscape atau jasa perawatan tanaman yang besarnya penerimaan berasal dari penjualan jasa perawatan, pembersihan, dan penanaman tanaman. Karena laba merupakan komponen sangat penting bagi setiap perusahaan dalam menunjang berjalanya kegiatan operasional, maka PT Kharisma Batavia memiliki pendapatan laba yang lumayan menguntungkan untuk perkembangan perusahaan ke depannya.
       Pendapatan yang baik dan tata keuangan yang cukup baik sehingga bisa membantu keuangan yang ada didalam perusahaan tersebut untuk ke masa yang akan datang. Pengeluaran kas yang baik dalam perencanaan yang telah dibuat sehingga bisa lebih efektif, tujuan yang diharapkan oleh perusahaan dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan demi kemajuan perusahaan.
       Berdasarkan pada latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Analisis Laporan Keuangan Terhadap Laba di PT Kharisma Batavia”. Dan sebagai berikut penulis juga melampirkan tabel dari laporan laba rugi dan laporan neraca pada PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014.
Berikut adalah laporan laba rugi atas PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014

PT KHARISMA BATAVIA
LAPORAN LABA RUGI
PER 31 DESEMBER 2014
PENDAPATAN




Pendapatan



7.755.031.366,00
PENDAPATAN BERSIH



HARGA POKOK PENJUALAN



Biaya Overhead



6.812.611.065,00
LABA (RUGI) KOTOR USAHA


942.420.301,00
Beban - Beban Usaha



Biaya Karyawan


745.532.500,00

Biaya Umum & Administrasi

107.639.219,00

Biaya Prasarana


30.224.500,00

Biaya Pemeliharaan & Perbaikan

44.039.500,00

Biaya Penyusutan


7.250.000,00

Total Biaya Operasional


934.685.719,00
LABA (RUGI) OPERASIONAL


7.734.582,00
PENDAPATAN & BIAYA LAIN – LAIN



Pendapatan Lain-lain



Biaya Lain-lain


5.912.939,00




2.054.593,00





3.858.346,00
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK


11.592.928,00
TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN



LABA (RUGI) BERSIH SETELAH PAJAK


11.592.928,00

       Seperti terlihat pada tabel diatas bahwa pendapatan bersih pada tahun 2014 di PT Kharisma Batavia sebesar Rp 7.755.031.366 dikurangi dengan biaya overhead sebesar Rp 6.812.611.065 dan mendapatkan laba kotor usaha sebesar Rp 942.420.301. Kemudian dikurangi dengan beban-beban usaha yaitu dengan total biaya operasional sebesar Rp 934.685.719 yang diperoleh dari biaya karyawan ditambah biaya umum & administrasi ditambah dengan biaya prasarana ditambah dengan biaya pemeliharaan & perbaikan dan ditambah dengan biaya peyusutan yang ada diperusahaan yang dikurangi dengan laba kotor perusahaan lalu menghasilkan laba rugi operasional sebesar Rp 7.734.582. Kemudian ditambahkan dengan pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain sebesar Rp 3.585.346 menghasilkan laba rugi setelah kena pajak sebesar Rp 11.592.928.
Berikut adalah Laporan Neraca dari PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014

PT KHARISMA BATAVIA
NERACA
PER 31 DESEMBER 2014
AKTIVA



HUTANG DAN MODAL


AKTIVA LANCAR



Hutang Lancar



Kas


100.000.000,00
Hutang Pajak


590.182.367,00
Bank


600.000.000,00
Hutang jk Panjang


1.525.000.000,00
Piutang Direksi


210.000.000,00
Hutang Lainnya



Piutang Pihak ke 3


1.910.184.270,00




Jumlah Aktiva Lancar

2.820.184.270,00
Jumlah Kewajiban Lancar

2.115.182.367,00
Aktiva Tetap



Modal



Nilai Peroelahan

29.000.000,00

Modal Disetor


700.000.000,00
Akm. Penyusutan

16.250.000,00

Laba (Rugi) Ditahan


6.158.975,00
Nilai Buku

12.750.000,00

Laba (Rugi)Tahun Berjalan

11.592.928,00
Jumlah Aktiva Tetap

12.750.000,00
Jumlah Modal


717.751.903,00
Jumlah Aktiva


2.832.934.270,00
Total Kewajiban & Modal

2.832.932.270,00
       Setelah melihat tabel diatas bisa dilihat dari laporan neraca pada PT Kharisa Batavia tahun 2014. Dari kolom aktiva disana terdapat aktiva lancar yang jumlahnya sebesar Rp 2.820.184.270 yang didapat dari kas perusahaan ditambah dengan bank ditambah dengan piutang direksi dan ditambhkan lagi dengan piutang dari pihak ketiga. Kemudian ditambahkan dengan jumlah  aktiva tetap sebesar Rp 12.750.000 yang diperoleh dari nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan ditambahkan dengan nilai buku dan  setelah dijumlahkan keduanya mendapatkan hasil aktiva sebesar Rp 2.832.934.270.
       Sedangkan dilihat dari kolom pasiva jumlah kewajiban lancar yang ada di PT Kharisma Batavia sebesar Rp 2.115.182.367 yang didapat dari hutang pajak ditambah dengan hutang jangka panjang. Kedudian dari jumlah modal itu sebesar Rp 717.751.903 yang didapat dari modal disetor ditambah dengan laba rugi ditahan dan laba rugi tahun berjalan. Dan setelah keduanya dijumlahkan bisa didapat total kewajiban dan modal adalah sebesar Rp 2.832.932.270.
B.     Identifikasi Masalah
       Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka dapat diidentifikasi beberapamasalah penelitian sebagai berikut :
1.      Suatuperusahaanakandihadapkan pada posisi apakah perusahaan masih bisa mempertahankan kinerja yang telah dibangun hingga saat ini atau akan ikut terpuruk seperti yang terjadi pada perusahaan di Negara lain.
2.      Teknik yang diambil agar perusahaan tidak memperoleh kerugian pada bidang ini dan tidak terpengaruh pada krisis ekonomi yang terjadi.

C.    Pembatasan Masalah
       Mengingat keterbatasan waktu dan permasalaahan yang dihadapi penulis sangat kompleks dan luas dalam penulisan proposal ini, maka ruang lingkup penelitian dibatasi dengan judul “Analisis Laporan Keuangan terhadap Laba PT Kharisma Batavia”. Pengambilan data dilakukan di PT Khariska Batavia yang beralamat JL. Betawi Jombang, Tangerang Selatan.
1.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelahaan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti kesuluruhan.
2.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Laporan adalah segala sesuatu yang dilaportkan secara rutin yang diberikan secara berkala mengenai data keuangan yang berasal dari pembukuan dan diberikan kepada anggota (para pemegang saham).
3.      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Keuangan adalah penyusunan laporan atau kumpulan catatan transaksi keuangan yang tersusun dalam buku besar dan bertalian dengan jenis harta dan kewajiban yang dimiliki perusahaan.
4.      Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
5.      Laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di dalam perusahaan selama periode tertentu.
6.      Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
7.      Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
8.      Analisis rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat mengungkapkan hubungan penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasi menurut Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
9.      Pengertian analisa rasio keuangan menurut Kasmir(dalam Kartika) (2010:104) yang diterjemahkan oleh  James C van Home adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
10.  Menurut (KBBI) pengertian laba adalah selisih lebih antara harga penjualanvyang lebih besar dan harga pembelian atau biaya produksi (keuntungan).




D.    Perumusan Masalah
a.       Bagaimana dalam metode laporan yang terpakai akan mempengaruhi prosentase laba?
b.      Apakah tiap macam ratio laporan keuangan akan mempengaruhi efektifitas laba dari perusahaan PT Kharisma Batavia?
c.       Bagaimana analisis laporan keuangan terhadap laba pada perusahaan tersebut?

E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan
       Dari pertanyaan rumusan diatas, adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah:
a.  Untuk mengetahui bagaimana perolehan laba yang ada pada PT Kharisma Batavia
b.  Untuk mengetahui bagaimana cara penggunaan rasio keuangan yang ada dalam rumus akuntansi dipergunakan didalam PT Kharisma Batavia
c.  Untuk mengetahui apakah pelaporan dan pencatatan pendapatan laba di PT Kharisma Batavia cukup baik atau tidak
2.      Manfaat
a.       Manfaat Teoritis
1)      Bagi Penulis
       Penelitian diharapkan dapat memberikan pemikiran, pengetahuan dan gambaran yang lebih jelas mengenai analisis laporan keuangan terhadap laba disuatu perusahaan  sebagai aplikasi penerapan ilmu yang diperoleh selama kuliah di Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dan sebagai bentuk perbandingan antara teori dan aplikasinya dimasyarakat.
2)      Bagi Universitas
       Karya ini diharapkan agar dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi pembaca dalam melakukan penelitian sehingga kekurangan dalam penulisan ini dapat dilengkapi.

b.      Manfaat Praktisi
1)      Agar menjadi masukan yang berguna bagi perusahaan PT Kharisma Batavia supaya bisa membuat rancangan laporan keuangan yang baik.
2)      Agar penelitian ini menjadi acuan bagi perusahaan lain supaya tidak mencatat pelaporan keuangan yang tidak benar.

F.     Kerangka Pemikiran
Menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Bisnis (2010:89) kerangka berfikir adalah sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbai teori yang telah dideskripsikan.
Gambar
Kerangka Pemikiran
Analisis Laporan Keuangan
Hasil Laba
Penerimaan Pendapatan Perusahaan
Pendapatan Laba
                                                           





G.    Hipotesis
       Menurut Sugiyono dalam buku Metodelogi Penelitian bisnis (2010:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian biasanya di susun dalam bentuk kalimat pernyataan yang masih harus dibuktikan kebenaran nya. Berdasarkan penelitian kami , hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
Hipotesis:  Adanya analisis dalam Laporan keuangan terhadap Laba di perusahaan PT Kharisma Batavia.
H.    Sistematika Penelitian
1.      Sampul muka,
2.      Halaman pengesahan,
3.      Halaman pernyataan,
4.      Halaman abstrak (bahasa Indonesia),
5.      Halaman abstrak (bahasa Inggris),
6.      Kata pengantar
7.      Daftar isi,
8.      Daftar tabel
9.      Daftar gambar
10.  Daftar lampiran
11.  Bagian utama
Bab I
a.    Pendahuluan
1)   Latar belakang Masalah
2)   Identifikasi Masalah
3)   Pembatasan Masalah
4)   Perumusan Masalah
5)   Tujuan dan Manfaat Penelitian
6)   Kerangka Pemikiran
7)   Hipotesis
8)   Sistematika Penulisan
9)   Teori/Tinjauan Pustaka/Kerangka Pemikiran
b.   Tinjauan Pustaka
c.    Metodologi Penelitian
1)      Jenis Penelitian
2)      Model Penelitian
3)      Populasi dan Sampel (bila ada)
4)      Teknik Pengumpulan Data
5)      Pengolahan dan Analisis Data
6)      Operasional Variabel
d.   Hasil dan Pembahasan
e.    Kesimpulan dan Saran
12.  Bagian akhir terdiri dari
a. Daftar Pustaka
b.Lampiran (bilaada)
c. Surat Bukti atau Keterangan Melakukan Penelitian

I.       Pendekatan Data dan Keilmuan
1.      Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di dalam perusahaan selama periode tertentu.

2.      Tujuan laporan Keuangan
       Menurut Kasmir dalam Junita (2010:10) tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan sebagai berikut :
a.       Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
b.      Memberikan informasi tentang jenis jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
c.       Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada periode tertentu.
d.      Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
e.       Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva dan modal perusahaan.
f.       Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
g.      Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
h.      Informasi keuangan lain-lain.
3.      Komponen Laporan Keuangan
       Unsur-unsur laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP adalah Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Secara umum terdapat beberapa pembaharuan dalam proses penyajian laporan keuangan menurut Internasional Financial Reporting Standard(IFRS). Sebelumnya, sebuah laporan keuanganyang lengkap meliputi Balance Sheet (Neraca), Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas). Revisi yang dilakukan oleh International Accounting Standard (IAS) adalah terkait dengan perubahan title dari BalanceSheet menjadi Statement of Financial Position,Cash Flow Statement menjadi Statement ofCash Flow, serta adanya laporan baru yaitu Statement of ComprehensiveIncome yang terkait dengan adopsi konsep Comprehensive Income.Menurut Brigham dan Houston (dalam Kartika) (2009:45) diterjemahkan Ali Akbar Julianto laporan keuangan terdiri dari empat komponen, yaitu :
a.    Neraca
b.   Laporan Laba Rugi
c.    Laporan Laba Ditahan
d.   Laporan Arus Kas

4.      Definisi Analisis Laporan Keuangan
       Menurut Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
       Menurut Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Analisis rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat mengungkapkan hubungan penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasional menurut Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
       Pengertian Analisa Rasio Keuangan menurut Kasmir (dalam Kartika)  (2010:104) yang diterjemahkan oleh James C van Home adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.

5.      Kelebihan dan Kelemahan Rasio Keuangan
       Menurut Harahap (dalam Kartika) (2006:298) keunggulan rasio keuangan adalah sebagai berikut:
a.       Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
b.      Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang diisajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
       Kelemahan analisis laporan keuangan itu sendiri menurut Weston (dalam buku Kasmir) (2010:116) adalah sebagai berikut:
a.       Data keuangan disusun dari data akuntansi
b.      Prosedur pelaporan yang berbeda mengakibatkan laba yang dilaporkan berbeda pula (dapat naik atau turun), tergantung prosedur pelaporan keuangan tersebut.

6.      Jenis-jenis Rasio Keuangan
       Menurut Kasmin (dalam Junita) (2010:128-196) terdapat empat rasio keuangan yang dapat digunakan dalam menganilisis laporan keuangan perusahaan , yaitu:
a.       Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan rasio yang mengggambarkan kemampuan perusahaan uhi kewajiban (utang) jangka pendek. Untuk menentukan tingkat likuiditas perusahaan dipergunakan lima rasio likuiditas, yaitu:
1)      Rasio Lancar (Current Ratio)
Current Ratio = Aktiva Lancar           
                                                X 1 Kali
                        Utang Lancar


       Rasio lancarar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi keajiban jangka pendeknya atau hutang yang secara keseluruhan dengan aktiva lancar yang dimilikinya, yaitu dengan perbandigan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar





2)        Ratio Cepat (Quick Ratio)
Quick Ratio =   Aktiva Lancar – Persediaan  X 1 kali
                                    Utang Lancar                         
       Ratio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang lancar (utang jangka pendek) yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang tersedia dalam perusahaan tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory).



                                                                                                                               
3)      Rasio Kas (Cash Ratio)
       Rasio kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang.
Cash Ratio =   Kas
                        Utang lancar    X 100%
                       

 




4)      Rasio Perputaran Kas (Cash Turn Over)
RPK =   Penjualan Bersih       x 1 kali
Modal Kerja Bersih

       Rasio perputaran kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan (utang-utang) dan membiayai biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.




5)      Inventory to Net Working Capital
INWC =          Persediaan
                                                            X 100%
Aktiva Lancar – Utang Lancar
       Rasio ini digunakan untk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.



                                                                                                                                      

b.        Rasio Solvabilitas atau Leverage
       Menurut Kasmir dalam Junita (2010:151) rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.Pengukuran rasio solvabilitas terdiri dari :
1)      Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva (Debt to Assets Ratio)
DTAR =  Total Kewajiban    X 100%
                Total Aktiva
       Rasio ini menunjukan seberapa besar dari kesuluruhan aktiva perusahaan yang dibelanjai oleh hutang atau seberapa besar proposi antara kewjiban yang dimiliki dengan kekayaan yang dimiliki.


                                                                                                                    
2)      Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt To Equity Ratio)
DTER = Total Hutang          X  100%
               Modal Sendiri         

       Rasio ini digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas sehingga rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana disediakan pinjaman (kreditor) dengan pemilik perusahaan.
                                                                                                                 


3)      Long-Term Debt to Equity Ratio
LTDtER =       Hutang Jangka Panjang      X 100%
                             Modal Sendiri                               

       LTDtER merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri dan hasil perhitungannya menunjukkan seberapa besar bagiann dari setiap modal sendiri dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.



4)      Times Interest Earned
TIE =        EBIT            X 1 Kali
              Biaya Bunga  

       Rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga bagi kreditor.




c.         Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :
1)      Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)
       Rasio ini menunjukkan seberapa lama penagihan piutang selama satu periode attau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
RTO =  Penjualan Kredit     X 1 Kali
            Rata-rata Piutang                   

 



2)        Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
       Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan berputar dalam suatu periode.
ITO =   Penjualan         X 1 Kali
             Persediaan     

 







3)      Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over)
       Rasio ini merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu.
WTCO =   Penjualan Bersih
                                                      X 1 Kali
  Modal Kerja Rata-Rata
 




4)      Fixed Assets Turn Over
FATO =      Penjualan
                                                X 1 Kali
Total Aktiva Tetap
       Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktivitas tetaap berputar dalam satu periode.




                                                                                                       
5)      Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turn Over)
TATO =    Penjualan
                                         X 1 Kali
    Total Aktiva
        Total asset turn over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.






d.        Rasio Provitabilitas
       Rasio profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :



1)        Net Profit Margin
        Net profit margin merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba bersih setelah bunga  dan pajak atas penjualan neto pada suatu periode tertentu.
NPM =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                                 X 100%
       Penjualan
 





2)      Hasil Pengembalian Investasi (Return On Investment/ROI)
ROI =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                                    X 100%
    Total Aktiva
       Rasio ini mengukur keuntungan yang diperoleh dari hasil kegiatan perusahaan (net income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan setelah dikurangi bunga dan pajak (EAIT) untuk menghasilkan keuntungan yang diinginkan (total assets).

 




3)      Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ROE)
       Hasil pengembalian ekuitas atau return equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih (net income) sesudah pajak dengan modal sendiri.
ROE =    Laba Setelah Bunga dan Pajak
                                                              x 100%
 Modal Sendiri
 





7.      Keterbasaan Analisa Rasio Keuangan
       Menurut Kamaludin dan Indriani (dalam  Junita) (2011:50) kekurangan dari informasi analisa rasio ini adalah sebagai berikut :
a.       Rasio keuangan didasarkan pada informasi akuntansi yang dihasilkan melalui prinsip-prinsip akuntansi yang dianut perusahaan, sedangkan data tersebuut dapat ditafsirkan dengan berbagai macam cara dan bahkan bisa manipulasi.
b.      Rasio keuangan dapat mencerminkan suatu kondisi yang luar biasa dimasa lampau, sebagai contoh penjualan meningkat 200%. Apabila tidak diselidiki lebih lanjut dengan data pendukung, maka hasilnya bisa saja penjualan meningkat bukan disebabkan unit terjualnya yang meningkat tetapi harga barang tersebut sudah naik 200% sehingga menimbulkan penarikan kesimpulan yang salah.
c.       Sulit untuk ditemukan ukuran rasio standard yang memberikan arti tidak kabur sebagai dasar perbandingan.

J.      Tim Peneliti
       Karena adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya dari penulis, tentu saja dalam karya tulis ada keterbatasan bila diselesaikan sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak. Segenap bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan maupun dukungan oleh berbagai pihak yang menjadi tim dari penulis karya ini adalah sebagai berikut:
1.      ALLAH SWT, Atas karunia-Nya sehingga proposal ini dapat dikerjakan tepat waktu.
2.      Bapak H. Endang Ruhiyat, SE., M.M. selaku sebagai Kaprodi Akutansi di Universitas Pamulang sebagai sosialisator Seminar Proposal Skripsi.
3.      Bapak Angga Hidayat sebagai dosen pengampu mata kuliah Metodologi Penelitian yang memberikan bimbingan.
4.      Ibu Nofriyanti selaku dosen Akuntansi Keuangan yang telah memberikan bimbingan materi.
5.      Teman-teman yang tergabung dalam Tim peneliti yang membantu menyelesaikan proposal ini.
6.      Perusahaan PT Kharisma Batavia selaku perusahaan yang membantu dalam penelitian proposal ini.









K.    Jadwal Kegiatan
                                                                        Tabel 1.1
                                                                 Jadwal Kegiatan

No.

Kegiatan
Desember
Januari
February
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Seminar Proposal












3
StudiLapangan












4
Pengumpulan Data












5
Pengolahan Data












6
KonsultanAkhir












7
UjiSkripsi













L.     Anggaran  
                                                                        Tabel 1.2
                                                                        Anggaran
No.
SpesifikasiTeknis
Biaya (Rp)
1
Pendaftaraan Proposal
Rp       50.000
2
Kertas A4 ( 3 Rim)
Rp     160.000
3
BukuLiteratur
Rp     250.000
4
PendaftaraanSkripsi
Rp   1.000.000
5
Transport
Rp     125.000
6
BiayaBimbingan
Rp     350.000
7
Fotocopy, Print &Penjilidan
Rp     200.000
8
BiayaWisuda
Rp  2.500.000
Total Biaya
Rp  4.635.000

M.   Pedoman Peliputan Data
1.      Pedoman Penulisan Proposal di Universitas Pamulang.
2.      Buku Metodelogi Penelitian Bisnis karangan Sugiyono.
3.      Buku susunan Laporan Keuangan.
4.      Jurnal – Jurnal Ilmiah yang berkaitan dengan Laporan keuangan dan Laba.
5.      Mengumpulkan Informasi dari website yang berhubungan dengan judul diatas.
N.    Metodelogi Penelitian
1.        Jenis Penelitian
       Jenis Penelitian dibagi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data yang diukur dalam satuan numerik (angka). Sedangkan kualitatif adalah data yang tidak diukur dengan skala numerik.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, analisis data deskriptif menurut sugiyono (2010:7) yaitu teknik penelitian yang memberikan gambaran atau gambaran deskriptif suatu data yang dilakukan dalam hal untuk mengetahui adanya hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian dan analisis data yang bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, pristiwa, persepsi, aktivitas, social, kepercayaan, pemikiran seseorang maupun kelompok.
2.        Model Penelitian
       Model Penelitian adalah  merujuk pada objektifitas data data yang diperoleh dan melakukan pendekatan secara deskriptif yaitu menjelaskan kondisi pada masa sekarang atau disebut juga mendiskriptifkan suatu gejala, peristiwa, atau permasalahan yang terjadi sekarang.
3.        Jenis dan Sumber data
a.       Data Primer
       Menurut Sugiyono (2012:137) menyatakan sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data primer sebagai alat referensi. Sehingga dapat disimpulkan data primer sebagai data yang dikumpulkan dari sumber-sumber terkait yang asli untuk sebuah tujuan tertentu.
b.      Data Sekunder
       Sugiyono (2012:137) menerangkan bahwa data sekunder ialah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, missal dari orang lain atau lewat dokumen. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari website maupun jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan isi yang diperlukan dalam pembuatan karya penelitian ini.



c.       Teknik Pengumpulan data
1)      Wawancara atau Interview
       Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan Tanya jawab dengan pihak-pihak terkait dalam sebuah perusahaan atau orang tertentu yang bersangkutan dalam pembahasan penelitian ini. Untuk memperoleh data yang lebih jelas maupun masalah masalah penting yang akan membantu penulisan dalam penelitian ini.  
2)      Quesioner
       Quesioner adalah kegiatan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara Tanya jawab dengan memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada responden tertentu yang ada di bagian terkait untuk menjawab nya.
3)      Observasi
       Observasi adalah kegiatan untuk mencari data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung dengan berbagai aktivitas dan kondisi yang terjadi dari objek yang diteliti pada bagian-bagian yang erat kaitannya dengan masalah pengaruh hasil Laporan keuangan terhadap penentuan sebuah Laba di perusahaan.
d.      Metode Analisis Data
1)      Validitas
       Hasil penelitian dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dan data yang sesungguhnya pada obyek yang diteliti. Sebelum kuesioner dipergunakan perlu diuji dulu validitasnya dari masing-masing pertanyaan yang ada pada instrument pengambilan data dengan cara mengkorelasikan item butir-butir pertanyaan terhadap total skor pada tiap factor dari masing-masing responden yang di uji coba.
2)      Realibitasi
       Realibitasi merupakan derajat konsistensi dan stablitasi data atau temuan. Uji ini dimaksud untuk menindak lanjuti analisis data yang diperoleh dan penemuan masalah lanjutannya dapat diketahui sejauh mana hubungan terkait antar variable terkait dapat diperoleh kesimpulan yang akurat.



3)      Uji Klasik
a.         Uji Normalisas
       Uji normalisasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regesi,variable dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
b.        Uji Multikolineralitas
       Uji ini dimaksud untuk mendeteksi gejala korelasi antara variable bebas yang satu dengan variable bebas yang lain.


























O.    Daftar Pustaka

Junita, Silvi. 2013,”Analisis Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan Analisia Rasio
                        Keuangan”,07 Januari 2016.http://eprints.mdp.ac.id/748/1/JURNAL%2020
            09200043%20SILVI_JUNITA.pdf
        Kartika, Norma Ayu. 2013,”Analisis Laporan Keuangan pada Perusahaan”, 07 Januari
                  2016. http://eprints.mdp.ac.id/745/1/Jurnal%202009200022%20Norma_
                  Ayu_Kartika.pdf
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sugiyono, Metodelogi Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung : 2010
Yutikawati, Erlina. 2013, “Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
                    Keuangan”, 07 Januari 2016. http://eprints.ums.ac.id/26914/15/02._Artikel_
                  Publikasi_-Erlina_Yutikawati.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar