A.
Latar
Belakang Penelitian
Dalam
kondisi krisis perekonomian global, suatu perusahaan akan dihadapkan pada
apakah perusahaan tetap dapat mempertahankan kinerja yang telah dibangun selama
ini atau akan ikut terpuruk seperti yang sedang terjadi pada perusahaan di
negara-negara lainnya. Jika perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan
usahanya dan perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien sehingga
kinerja perusahaan dapat dipertahankan dan tetap dapat tercapai sesuai target
yang ditetapkan, maka dapat dikatakan bahwa perencanaan yang dibuat oleh
manajemen perusahaan telah berhasil.
Untuk menilai
keberhasilan kinerja perusahaandapat dilakukan melalui analisa laporan
keuangan,analisis khusus, basis data, dan sumber informasi lainnyayang menjadi
pertimbangan yang masuk akal tentangkondisi masa lalu, sekarang dan prospek
dari usaha sertaefektivitas pimpinannya.
Analisa
Laporan Keuanganbanyak dilakukan oleh manajemen atau analis dalammenilai
kinerja keuangan dari suatu perusahaan karenaLaporan Keuangan merupakan sumber
informasi.Terdapat berbagai teknik analisa laporan keuangan,termasuk berbagai
rasio keuangan dan tren dari tahunke tahun yang dapat digunakan melakukan
penilaiankinerja keuangan sebuah perusahaan. Akan tetapi perludisadari bahwa
teknik yang berbeda akan sesuai untuk tujuan yang berbeda.
Menurut
Kamaludin dan Indriani R (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah
hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari
transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
Menurut
Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan
bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah
analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala
keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui
gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang
bersangkutan.
Menurut Kasmir (dalan Kartika)
(2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka
yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka
lainnya.
PT Kharisma Batavia merupakan perusahaan
yang bergerak dibidang Landscape atau jasa perawatan tanaman yang besarnya
penerimaan berasal dari penjualan jasa perawatan, pembersihan, dan penanaman
tanaman. Karena laba merupakan komponen sangat penting bagi setiap perusahaan
dalam menunjang berjalanya kegiatan operasional, maka PT Kharisma Batavia
memiliki pendapatan laba yang lumayan menguntungkan untuk perkembangan
perusahaan ke depannya.
Pendapatan yang baik dan tata keuangan
yang cukup baik sehingga bisa membantu keuangan yang ada didalam perusahaan
tersebut untuk ke masa yang akan datang. Pengeluaran kas yang baik dalam
perencanaan yang telah dibuat sehingga bisa lebih efektif, tujuan yang
diharapkan oleh perusahaan dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan
perencanaan demi kemajuan perusahaan.
Berdasarkan pada latar belakang tersebut
maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Analisis Laporan Keuangan
Terhadap Laba di PT Kharisma Batavia”. Dan sebagai berikut penulis juga
melampirkan tabel dari laporan laba rugi dan laporan neraca pada PT Kharisma
Batavia periode 31 Desember 2014.
Berikut adalah laporan
laba rugi atas PT Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014
|
PT KHARISMA
BATAVIA
|
||||
|
LAPORAN
LABA RUGI
|
||||
|
PER 31
DESEMBER 2014
|
||||
|
PENDAPATAN
|
|
|||
|
Pendapatan
|
7.755.031.366,00
|
|||
|
PENDAPATAN BERSIH
|
|
|||
|
HARGA POKOK PENJUALAN
|
|
|||
|
Biaya Overhead
|
6.812.611.065,00
|
|||
|
LABA (RUGI) KOTOR USAHA
|
942.420.301,00
|
|||
|
Beban - Beban Usaha
|
|
|||
|
Biaya Karyawan
|
745.532.500,00
|
|
||
|
Biaya Umum & Administrasi
|
107.639.219,00
|
|
||
|
Biaya Prasarana
|
30.224.500,00
|
|
||
|
Biaya Pemeliharaan & Perbaikan
|
44.039.500,00
|
|
||
|
Biaya Penyusutan
|
7.250.000,00
|
|
||
|
Total Biaya Operasional
|
934.685.719,00
|
|||
|
LABA (RUGI) OPERASIONAL
|
7.734.582,00
|
|||
|
PENDAPATAN & BIAYA LAIN – LAIN
|
|
|||
|
Pendapatan Lain-lain
|
|
|||
|
Biaya Lain-lain
|
5.912.939,00
|
|
||
|
|
2.054.593,00
|
|
||
|
|
3.858.346,00
|
|||
|
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
|
11.592.928,00
|
|||
|
TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN
|
|
|||
|
LABA (RUGI) BERSIH SETELAH PAJAK
|
|
|
11.592.928,00
|
|
Seperti terlihat pada tabel diatas bahwa pendapatan bersih pada tahun
2014 di PT Kharisma Batavia sebesar Rp 7.755.031.366 dikurangi dengan biaya
overhead sebesar Rp 6.812.611.065 dan mendapatkan laba kotor usaha sebesar Rp
942.420.301. Kemudian dikurangi dengan beban-beban usaha yaitu dengan total
biaya operasional sebesar Rp 934.685.719 yang diperoleh dari biaya karyawan
ditambah biaya umum & administrasi ditambah dengan biaya prasarana ditambah
dengan biaya pemeliharaan & perbaikan dan ditambah dengan biaya peyusutan yang
ada diperusahaan yang dikurangi dengan laba kotor perusahaan lalu menghasilkan
laba rugi operasional sebesar Rp 7.734.582. Kemudian ditambahkan dengan
pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain sebesar Rp 3.585.346 menghasilkan laba
rugi setelah kena pajak sebesar Rp 11.592.928.
Berikut adalah Laporan Neraca dari PT
Kharisma Batavia periode 31 Desember 2014
|
PT KHARISMA
BATAVIA
|
|||||||
|
NERACA
|
|||||||
|
PER 31
DESEMBER 2014
|
|||||||
|
AKTIVA
|
|
|
|
HUTANG DAN MODAL
|
|
|
|
|
AKTIVA LANCAR
|
|
Hutang Lancar
|
|
||||
|
Kas
|
100.000.000,00
|
Hutang Pajak
|
590.182.367,00
|
||||
|
Bank
|
600.000.000,00
|
Hutang jk Panjang
|
1.525.000.000,00
|
||||
|
Piutang Direksi
|
210.000.000,00
|
Hutang Lainnya
|
|
||||
|
Piutang Pihak ke 3
|
1.910.184.270,00
|
|
|
||||
|
Jumlah Aktiva Lancar
|
2.820.184.270,00
|
Jumlah Kewajiban Lancar
|
2.115.182.367,00
|
||||
|
Aktiva Tetap
|
|
Modal
|
|
||||
|
Nilai Peroelahan
|
29.000.000,00
|
|
Modal Disetor
|
700.000.000,00
|
|||
|
Akm. Penyusutan
|
16.250.000,00
|
|
Laba (Rugi) Ditahan
|
6.158.975,00
|
|||
|
Nilai Buku
|
12.750.000,00
|
|
Laba (Rugi)Tahun Berjalan
|
11.592.928,00
|
|||
|
Jumlah Aktiva Tetap
|
12.750.000,00
|
Jumlah Modal
|
717.751.903,00
|
||||
|
Jumlah Aktiva
|
|
|
2.832.934.270,00
|
Total Kewajiban & Modal
|
|
2.832.932.270,00
|
|
Setelah
melihat
tabel diatas bisa dilihat dari laporan neraca pada PT Kharisa Batavia tahun
2014. Dari kolom aktiva disana terdapat aktiva lancar yang jumlahnya sebesar Rp
2.820.184.270 yang didapat dari kas perusahaan ditambah dengan bank ditambah
dengan piutang direksi dan ditambhkan lagi dengan piutang dari pihak ketiga. Kemudian
ditambahkan dengan jumlah aktiva tetap sebesar
Rp 12.750.000 yang diperoleh dari nilai perolehan dikurangi dengan akumulasi
penyusutan ditambahkan dengan nilai buku dan
setelah dijumlahkan keduanya mendapatkan hasil aktiva sebesar Rp
2.832.934.270.
Sedangkan dilihat dari kolom pasiva
jumlah kewajiban lancar yang ada di PT Kharisma Batavia sebesar Rp
2.115.182.367 yang didapat dari hutang pajak ditambah dengan hutang jangka
panjang. Kedudian dari jumlah modal itu sebesar Rp 717.751.903 yang didapat
dari modal disetor ditambah dengan laba rugi ditahan dan laba rugi tahun
berjalan. Dan setelah keduanya dijumlahkan bisa didapat total kewajiban dan
modal adalah sebesar Rp 2.832.932.270.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan
tersebut diatas maka dapat diidentifikasi beberapamasalah penelitian sebagai
berikut :
1. Suatuperusahaanakandihadapkan pada posisi apakah
perusahaan masih bisa mempertahankan kinerja yang telah dibangun hingga saat
ini atau akan ikut terpuruk seperti yang terjadi pada perusahaan di Negara lain.
2. Teknik yang diambil agar perusahaan tidak memperoleh
kerugian pada bidang ini dan tidak terpengaruh pada krisis ekonomi yang
terjadi.
C.
Pembatasan
Masalah
Mengingat keterbatasan waktu dan
permasalaahan yang dihadapi penulis sangat kompleks dan luas dalam penulisan
proposal ini, maka ruang lingkup penelitian dibatasi dengan judul “Analisis
Laporan Keuangan terhadap Laba PT Kharisma Batavia”. Pengambilan data dilakukan
di PT Khariska Batavia yang beralamat JL. Betawi Jombang, Tangerang Selatan.
1. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Analisis adalah penguraian suatu pokok atas
berbagai bagiannya dan penelahaan bagian itu sendiri serta hubungan antar
bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti kesuluruhan.
2. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Laporan adalah segala sesuatu yang
dilaportkan secara rutin yang diberikan secara berkala mengenai data keuangan
yang berasal dari pembukuan dan diberikan kepada anggota (para pemegang saham).
3. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Keuangan adalah penyusunan laporan atau
kumpulan catatan transaksi keuangan yang tersusun dalam buku besar dan
bertalian dengan jenis harta dan kewajiban yang dimiliki perusahaan.
4. Menurut
Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil
akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari
transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan.”
5. Laporan
keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di
dalam perusahaan selama periode tertentu.
6. Menurut
Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan
bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah
analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan
yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang
posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.
7. Menurut
Kasmir (dalan Kartika) (2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan
membandingkan angka-angka yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi
satu angka dengan angka lainnya.
8. Analisis
rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat mengungkapkan hubungan
penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi yang sulit untuk
dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasi menurut
Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
9. Pengertian
analisa rasio keuangan menurut Kasmir(dalam Kartika) (2010:104) yang
diterjemahkan oleh James C van Home
adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan
membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk
mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
10. Menurut
(KBBI) pengertian laba adalah selisih lebih antara harga penjualanvyang lebih
besar dan harga pembelian atau biaya produksi (keuntungan).
D.
Perumusan
Masalah
a. Bagaimana
dalam metode laporan yang terpakai akan mempengaruhi prosentase laba?
b. Apakah
tiap macam ratio laporan keuangan akan mempengaruhi efektifitas laba dari
perusahaan PT Kharisma Batavia?
c. Bagaimana
analisis laporan keuangan terhadap laba pada perusahaan tersebut?
E.
Tujuan
dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan
Dari pertanyaan rumusan diatas, adapun
maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Untuk
mengetahui bagaimana perolehan laba yang ada pada PT Kharisma Batavia
b. Untuk
mengetahui bagaimana cara penggunaan rasio keuangan yang ada dalam rumus
akuntansi dipergunakan didalam PT Kharisma Batavia
c. Untuk
mengetahui apakah pelaporan dan pencatatan pendapatan laba di PT Kharisma
Batavia cukup baik atau tidak
2. Manfaat
a. Manfaat
Teoritis
1) Bagi
Penulis
Penelitian diharapkan dapat memberikan
pemikiran, pengetahuan dan gambaran yang lebih jelas mengenai analisis laporan
keuangan terhadap laba disuatu perusahaan sebagai aplikasi penerapan ilmu yang diperoleh
selama kuliah di Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi dan
sebagai bentuk perbandingan antara teori dan aplikasinya dimasyarakat.
2) Bagi
Universitas
Karya ini diharapkan agar dapat menambah
pengetahuan dan ilmu bagi pembaca dalam melakukan penelitian sehingga
kekurangan dalam penulisan ini dapat dilengkapi.
b. Manfaat
Praktisi
1) Agar
menjadi masukan yang berguna bagi perusahaan PT Kharisma Batavia supaya bisa
membuat rancangan laporan keuangan yang baik.
2) Agar
penelitian ini menjadi acuan bagi perusahaan lain supaya tidak mencatat
pelaporan keuangan yang tidak benar.
F.
Kerangka
Pemikiran
Menurut Sugiyono dalam
buku Metode Penelitian Bisnis (2010:89) kerangka berfikir adalah sintesa
tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbai teori yang telah
dideskripsikan.
Gambar
Kerangka Pemikiran
|
Analisis Laporan
Keuangan
|
|
Hasil Laba
|
|
Penerimaan
Pendapatan Perusahaan
|
|
Pendapatan
Laba
|
G.
Hipotesis
Menurut Sugiyono dalam buku Metodelogi
Penelitian bisnis (2010:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian
biasanya di susun dalam bentuk kalimat pernyataan yang masih harus dibuktikan
kebenaran nya. Berdasarkan penelitian kami , hipotesis dari penelitian ini
adalah sebagai berikut.
Hipotesis: Adanya analisis dalam Laporan keuangan
terhadap Laba di perusahaan PT Kharisma Batavia.
H.
Sistematika
Penelitian
1.
Sampul muka,
2.
Halaman pengesahan,
3.
Halaman pernyataan,
4.
Halaman abstrak (bahasa
Indonesia),
5.
Halaman abstrak (bahasa
Inggris),
6.
Kata pengantar
7.
Daftar isi,
8.
Daftar tabel
9.
Daftar gambar
10. Daftar lampiran
11. Bagian utama
Bab I
a.
Pendahuluan
1)
Latar belakang Masalah
2)
Identifikasi Masalah
3)
Pembatasan Masalah
4)
Perumusan Masalah
5)
Tujuan dan Manfaat Penelitian
6)
Kerangka Pemikiran
7)
Hipotesis
8)
Sistematika Penulisan
9)
Teori/Tinjauan Pustaka/Kerangka
Pemikiran
b.
Tinjauan Pustaka
c.
Metodologi Penelitian
1)
Jenis Penelitian
2)
Model Penelitian
3)
Populasi dan Sampel (bila ada)
4)
Teknik Pengumpulan Data
5)
Pengolahan dan Analisis Data
6)
Operasional Variabel
d.
Hasil dan Pembahasan
e.
Kesimpulan dan Saran
12. Bagian akhir terdiri dari
a. Daftar Pustaka
b.Lampiran
(bilaada)
c. Surat Bukti atau Keterangan Melakukan Penelitian
I.
Pendekatan
Data dan Keilmuan
1. Menurut
Kamaludin dan Indriani (dalam Kartika) (2011:34) “Laporan keuangan adalah hasil
akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari
transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan. Laporan
keuangan adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan berupa neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan yang merupakan bukti transaksi perusahaan dan perkambangan di
dalam perusahaan selama periode tertentu.
2. Tujuan
laporan Keuangan
Menurut Kasmir dalam Junita (2010:10)
tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan sebagai berikut :
a. Memberikan
informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada
saat ini.
b. Memberikan
informasi tentang jenis jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan
pada saat ini.
c. Memberikan
informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada periode
tertentu.
d. Memberikan
informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan
dalam suatu periode tertentu.
e. Memberikan
informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva dan
modal perusahaan.
f. Memberikan
informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
g. Memberikan
informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
h. Informasi
keuangan lain-lain.
3. Komponen
Laporan Keuangan
Unsur-unsur
laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP adalah Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan
Perubahan Ekuitas, Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba, Laporan Arus Kas dan
Catatan Atas Laporan Keuangan. Secara umum terdapat beberapa pembaharuan dalam
proses penyajian laporan keuangan menurut Internasional
Financial Reporting Standard(IFRS). Sebelumnya, sebuah laporan keuanganyang
lengkap meliputi Balance Sheet
(Neraca), Income Statement (Laporan
Laba Rugi) dan Cash Flow Statement
(Laporan Arus Kas). Revisi yang dilakukan oleh International Accounting Standard (IAS) adalah terkait dengan
perubahan title dari BalanceSheet menjadi Statement of Financial Position,Cash Flow
Statement menjadi Statement ofCash
Flow, serta adanya laporan baru yaitu Statement
of ComprehensiveIncome yang terkait dengan adopsi konsep Comprehensive Income.Menurut Brigham dan
Houston (dalam Kartika) (2009:45) diterjemahkan Ali Akbar Julianto laporan
keuangan terdiri dari empat komponen, yaitu :
a. Neraca
b. Laporan
Laba Rugi
c. Laporan
Laba Ditahan
d. Laporan
Arus Kas
4. Definisi
Analisis Laporan Keuangan
Menurut
Lembaga Studi Manajemen Anggaran Publik (dalam Junita) (LS-MAP,2010) menyatakan
bahwa Menurut Ikatan Akuntan Indonesia Analisis Laporan Keuangan adalah
analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala
keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui
gambaran tentang posisi keuuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang
bersangkutan.
Menurut Kasmir (dalan Kartika)
(2010:104) analisa rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka
yang ada dalamlaporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka
lainnya. Analisis rasio keuangan adalah merupakan analisis yang dapat
mengungkapkan hubungan penting yag menjadi dasar perbandingan dalam menemukan
kondisi yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen
yang membentuk rasional menurut Wild (dalam Yutikawati) (2005:36).
Pengertian Analisa Rasio Keuangan
menurut Kasmir (dalam Kartika)
(2010:104) yang diterjemahkan oleh James C van Home adalah indeks yang
menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka
dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi
keuangan dan kinerja perusahaan.
5. Kelebihan
dan Kelemahan Rasio Keuangan
Menurut Harahap (dalam Kartika)
(2006:298) keunggulan rasio keuangan adalah sebagai berikut:
a. Rasio
merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan.
b. Merupakan
pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang diisajikan laporan keuangan
yang sangat rinci dan rumit.
Kelemahan analisis laporan keuangan itu
sendiri menurut Weston (dalam buku Kasmir) (2010:116) adalah sebagai berikut:
a. Data
keuangan disusun dari data akuntansi
b. Prosedur
pelaporan yang berbeda mengakibatkan laba yang dilaporkan berbeda pula (dapat
naik atau turun), tergantung prosedur pelaporan keuangan tersebut.
6. Jenis-jenis
Rasio Keuangan
Menurut Kasmin (dalam Junita)
(2010:128-196) terdapat empat rasio keuangan yang dapat digunakan dalam
menganilisis laporan keuangan perusahaan , yaitu:
a. Rasio
Likuiditas
Rasio likuiditas
merupakan rasio yang mengggambarkan kemampuan perusahaan uhi kewajiban (utang)
jangka pendek. Untuk menentukan tingkat likuiditas perusahaan dipergunakan lima
rasio likuiditas, yaitu:
1) Rasio
Lancar (Current Ratio)
|
Current Ratio = Aktiva Lancar
X
1 Kali
Utang Lancar
|
2)
Ratio Cepat (Quick Ratio)
|
Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan X 1 kali
Utang
Lancar
|
3)
Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio
kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang
tersedia untuk membayar hutang.
|
Cash Ratio = Kas
Utang
lancar X 100%
|
4) Rasio
Perputaran Kas (Cash Turn Over)
|
RPK = Penjualan Bersih x 1 kali
Modal Kerja Bersih
|
5)
Inventory to Net Working Capital
|
INWC = Persediaan
X
100%
Aktiva Lancar –
Utang Lancar
|
b.
Rasio Solvabilitas atau Leverage
Menurut
Kasmir dalam Junita (2010:151) rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh
mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya seberapa besar beban
utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya.Pengukuran rasio
solvabilitas terdiri dari :
1)
Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva (Debt to Assets Ratio)
|
DTAR = Total Kewajiban X 100%
Total Aktiva
|
2)
Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt To Equity Ratio)
|
DTER = Total Hutang X
100%
Modal Sendiri
|
3)
Long-Term Debt to Equity Ratio
|
LTDtER = Hutang Jangka Panjang
X 100%
Modal Sendiri
|
4)
Times Interest Earned
|
TIE = EBIT X 1 Kali
Biaya Bunga
|
c.
Rasio Aktivitas
Rasio
aktivitas merupakan rasio yang digunakan untk mengukur efektivitas perusahaan
dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Pengukuran rasio aktivitas terdiri
dari :
1)
Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)
Rasio
ini menunjukkan seberapa lama penagihan piutang selama satu periode attau
berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
|
RTO = Penjualan Kredit X 1 Kali
Rata-rata
Piutang
|
2)
Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
Rasio
ini digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan
berputar dalam suatu periode.
|
ITO = Penjualan X 1 Kali
Persediaan
|
3)
Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over)
Rasio
ini merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur atau menilai
keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu.
|
WTCO = Penjualan Bersih
X 1 Kali
Modal Kerja Rata-Rata
|
4)
Fixed Assets Turn Over
|
FATO = Penjualan
X
1 Kali
Total Aktiva Tetap
|
5)
Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turn Over)
|
TATO = Penjualan
X 1 Kali
Total Aktiva
|
d.
Rasio Provitabilitas
Rasio
profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari
keuntungan. Rasio ini menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas
pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu.
Pengukuran rasio aktivitas terdiri dari :
1)
Net Profit Margin
Net profit margin
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba bersih setelah
bunga dan pajak atas penjualan neto pada
suatu periode tertentu.
|
NPM = Laba Setelah Bunga dan Pajak
X 100%
Penjualan
|
2)
Hasil Pengembalian Investasi (Return On Investment/ROI)
|
ROI = Laba Setelah Bunga dan Pajak
X 100%
Total Aktiva
|
3)
Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ROE)
Hasil
pengembalian ekuitas atau return equity
atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih (net income) sesudah pajak dengan modal
sendiri.
|
ROE = Laba Setelah Bunga dan Pajak
x 100%
Modal Sendiri
|
7.
Keterbasaan Analisa Rasio Keuangan
Menurut
Kamaludin dan Indriani (dalam Junita)
(2011:50) kekurangan dari informasi analisa rasio ini adalah sebagai berikut :
a.
Rasio keuangan didasarkan pada informasi
akuntansi yang dihasilkan melalui prinsip-prinsip akuntansi yang dianut perusahaan,
sedangkan data tersebuut dapat ditafsirkan dengan berbagai macam cara dan
bahkan bisa manipulasi.
b.
Rasio keuangan dapat mencerminkan suatu
kondisi yang luar biasa dimasa lampau, sebagai contoh penjualan meningkat 200%.
Apabila tidak diselidiki lebih lanjut dengan data pendukung, maka hasilnya bisa
saja penjualan meningkat bukan disebabkan unit terjualnya yang meningkat tetapi
harga barang tersebut sudah naik 200% sehingga menimbulkan penarikan kesimpulan
yang salah.
c. Sulit
untuk ditemukan ukuran rasio standard yang memberikan arti tidak kabur sebagai
dasar perbandingan.
J. Tim Peneliti
Karena
adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya dari penulis, tentu saja dalam
karya tulis ada keterbatasan bila diselesaikan sendiri tanpa bantuan dari
berbagai pihak. Segenap bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan
maupun dukungan oleh berbagai pihak yang menjadi tim dari penulis karya ini
adalah sebagai berikut:
1.
ALLAH SWT, Atas karunia-Nya sehingga
proposal ini dapat dikerjakan tepat waktu.
2.
Bapak H. Endang Ruhiyat, SE., M.M.
selaku sebagai Kaprodi Akutansi di Universitas Pamulang sebagai sosialisator
Seminar Proposal Skripsi.
3.
Bapak Angga Hidayat sebagai dosen
pengampu mata kuliah Metodologi
Penelitian yang memberikan bimbingan.
4.
Ibu Nofriyanti selaku dosen Akuntansi
Keuangan yang telah memberikan bimbingan materi.
5.
Teman-teman yang tergabung dalam Tim
peneliti yang membantu menyelesaikan proposal ini.
6.
Perusahaan PT Kharisma Batavia selaku
perusahaan yang membantu dalam penelitian proposal ini.
K. Jadwal Kegiatan
Tabel
1.1
Jadwal Kegiatan
|
No.
|
Kegiatan
|
Desember
|
Januari
|
February
|
|||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
Perencanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Seminar Proposal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
StudiLapangan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Pengumpulan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Pengolahan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
KonsultanAkhir
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
UjiSkripsi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
L. Anggaran
Tabel
1.2
Anggaran
|
No.
|
SpesifikasiTeknis
|
Biaya (Rp)
|
|
1
|
Pendaftaraan Proposal
|
Rp 50.000
|
|
2
|
Kertas A4 ( 3 Rim)
|
Rp 160.000
|
|
3
|
BukuLiteratur
|
Rp 250.000
|
|
4
|
PendaftaraanSkripsi
|
Rp 1.000.000
|
|
5
|
Transport
|
Rp 125.000
|
|
6
|
BiayaBimbingan
|
Rp 350.000
|
|
7
|
Fotocopy, Print &Penjilidan
|
Rp 200.000
|
|
8
|
BiayaWisuda
|
Rp 2.500.000
|
|
Total Biaya
|
Rp 4.635.000
|
|
M. Pedoman Peliputan Data
1.
Pedoman Penulisan Proposal di
Universitas Pamulang.
2.
Buku Metodelogi Penelitian Bisnis
karangan Sugiyono.
3.
Buku susunan Laporan Keuangan.
4.
Jurnal – Jurnal Ilmiah yang berkaitan
dengan Laporan keuangan dan Laba.
5.
Mengumpulkan Informasi dari website yang
berhubungan dengan judul diatas.
N. Metodelogi Penelitian
1.
Jenis Penelitian
Jenis
Penelitian dibagi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data
yang diukur dalam satuan numerik (angka). Sedangkan kualitatif adalah data yang
tidak diukur dengan skala numerik.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif,
analisis data deskriptif menurut sugiyono (2010:7) yaitu teknik penelitian yang
memberikan gambaran atau gambaran deskriptif suatu data yang dilakukan dalam
hal untuk mengetahui adanya hubungan antara variable bebas dan variable
terikat. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian dan analisis data
yang bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
fenomena, pristiwa, persepsi, aktivitas, social, kepercayaan, pemikiran
seseorang maupun kelompok.
2.
Model Penelitian
Model
Penelitian adalah merujuk pada
objektifitas data data yang diperoleh dan melakukan pendekatan secara
deskriptif yaitu menjelaskan kondisi pada masa sekarang atau disebut juga
mendiskriptifkan suatu gejala, peristiwa, atau permasalahan yang terjadi sekarang.
3.
Jenis dan Sumber data
a.
Data Primer
Menurut
Sugiyono (2012:137) menyatakan sumber data primer adalah sumber data yang
langsung memberikan data kepada pengumpul data primer sebagai alat referensi.
Sehingga dapat disimpulkan data primer sebagai data yang dikumpulkan dari
sumber-sumber terkait yang asli untuk sebuah tujuan tertentu.
b.
Data Sekunder
Sugiyono
(2012:137) menerangkan bahwa data sekunder ialah data yang tidak langsung
memberikan data kepada pengumpul data, missal dari orang lain atau lewat
dokumen. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber
data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari website maupun jurnal-jurnal
ilmiah yang berkaitan dengan isi yang diperlukan dalam pembuatan karya
penelitian ini.
c.
Teknik Pengumpulan data
1)
Wawancara atau Interview
Wawancara
atau interview adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan Tanya
jawab dengan pihak-pihak terkait dalam sebuah perusahaan atau orang tertentu
yang bersangkutan dalam pembahasan penelitian ini. Untuk memperoleh data yang
lebih jelas maupun masalah masalah penting yang akan membantu penulisan dalam
penelitian ini.
2) Quesioner
Quesioner
adalah kegiatan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara Tanya jawab
dengan memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada responden tertentu yang
ada di bagian terkait untuk menjawab nya.
3) Observasi
Observasi
adalah kegiatan untuk mencari data yang dilakukan dengan cara mengadakan
pengamatan secara langsung dengan berbagai aktivitas dan kondisi yang terjadi
dari objek yang diteliti pada bagian-bagian yang erat kaitannya dengan masalah
pengaruh hasil Laporan keuangan terhadap penentuan sebuah Laba di perusahaan.
d.
Metode Analisis Data
1)
Validitas
Hasil
penelitian dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul
dan data yang sesungguhnya pada obyek yang diteliti. Sebelum kuesioner
dipergunakan perlu diuji dulu validitasnya dari masing-masing pertanyaan yang
ada pada instrument pengambilan data dengan cara mengkorelasikan item
butir-butir pertanyaan terhadap total skor pada tiap factor dari masing-masing
responden yang di uji coba.
2)
Realibitasi
Realibitasi
merupakan derajat konsistensi dan stablitasi data atau temuan. Uji ini dimaksud
untuk menindak lanjuti analisis data yang diperoleh dan penemuan masalah
lanjutannya dapat diketahui sejauh mana hubungan terkait antar variable terkait
dapat diperoleh kesimpulan yang akurat.
3)
Uji Klasik
a.
Uji Normalisas
Uji
normalisasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regesi,variable dependen
dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.
b.
Uji Multikolineralitas
Uji ini
dimaksud untuk mendeteksi gejala korelasi antara variable bebas yang satu
dengan variable bebas yang lain.
O. Daftar Pustaka
Junita, Silvi. 2013,”Analisis Kinerja Perusahaan dengan
Menggunakan Analisia Rasio
Keuangan”,07 Januari 2016.http://eprints.mdp.ac.id/748/1/JURNAL%2020
09200043%20SILVI_JUNITA.pdf
Kartika, Norma Ayu. 2013,”Analisis Laporan Keuangan pada
Perusahaan”, 07 Januari
Ayu_Kartika.pdf
Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI)
Sugiyono, Metodelogi
Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung : 2010
Yutikawati,
Erlina. 2013, “Analisis Laporan
Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan”, 07 Januari 2016. http://eprints.ums.ac.id/26914/15/02._Artikel_
Publikasi_-Erlina_Yutikawati.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar